Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) dilakukan tegas dan menyeluruh. Prabowo mewanti-wanti jangan ada lagi pembakaran rimba dan lahan dengan argumen apa pun.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Salah satu materi rapat membahas perkembangan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
"Tidak boleh ada lagi pembakaran rimba dan lahan dengan argumen apa pun. Penanganan karhutla kudu tegas, menyeluruh, dan diperkuat dengan pencegahan sejak dari sumbernya," tulis akun IG @sekretariat.kabinet, dikutip Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo meminta upaya pencegahan diperkuat melalui pengolahan lahan tanpa bakar. Pemerintah juga diminta menyediakan peralatan serta pendampingan bagi masyarakat.
Selain itu, Prabowo melarang keras adanya peraturan wilayah nan mengatur pembukaan lahan dengan langkah membakar berasas izin kepala daerah.
Penindakan juga diminta dilakukan terhadap pihak nan terbukti melakukan ataupun lalai mencegah pembakaran rimba dan lahan.
Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan terdapat lebih dari 95 korporasi nan melanggar. Namun, tidak dirinci identitas perusahaan nan dimaksud.
Rapat juga membahas penanganan sejumlah musibah dan kecelakaan. Di antaranya kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa, pencarian orang lenyap di Selat Sunda, serta penanganan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prabowo meminta pencarian korban kecelakaan kapal dimaksimalkan dan Menteri Perhubungan terus memberikan info kepada family korban. Ia juga
meminta kewenangan family korban dipenuhi serta investigasi kecelakaan dilakukan secara mendalam dan objektif.
Untuk penanganan pascagempa NTT, Prabowo meminta proses pemulihan dipercepat. Penanganan mencakup pemberian support stimulan, penyediaan kediaman sementara, hingga pembangunan kembali rumah-rumah terdampak.
(ily/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·