Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |07:24 WIB

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah menggelar rapat berbareng sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan sejumlah kepala badan untuk membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah dinamika perekonomian global, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (19/10/2026) malam.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangannya seusai rapat menyampaikan bahwa stabilitas rupiah, baik dari sisi inflasi maupun nilai tukar, tetap menjadi konsentrasi utama kebijakan Bank Indonesia.
“Untuk inflasi kami juga laporkan, untuk inflasi inti nan menjadi, menggambarkan pergerakan dari perekonomian tetap cukup terkendali di bulan September tetap 2,8 persen. Memang kami juga laporkan nan memang perlu menjadi perhatian adalah inflasi di pangan, volatile food inflation nan memang mencapai 5 persen,” ujar Destry.
“Ini tadi kami laporkan dan juga koordinasi kelak dengan Kementerian Pertanian gimana kita bisa menjaga untuk volatile food inflation agar masuk di dalam koridor Bank Indonesia 2,5 plus minus 1 persen,” imbuh Destry.
Selain inflasi, Destry menyebut rapat juga membahas perkembangan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar finansial global. Kondisi suku kembang dunia nan memperkuat tinggi lebih lama (higher for longer), serta inflasi di sejumlah negara maju nan tetap berada di atas target, menjadi tantangan bagi stabilitas mata duit negara berkembang, termasuk rupiah.
“Tapi so far, 2 hari ini rupiah bisa kami jaga stabilitasnya sehingga terjadi memang pelambatan, sedikit pelambatan dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di emerging market. Intinya Bank Indonesia bakal selalu tetap berjaga di pasar,” ucap Destry.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·