Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat berakibat terhadap perekonomian lokal terutama di desa-desa. Sejak ada MBG, sekitar Rp 10,8 miliar duit shopping pemerintah bergerak ke wilayah pedesaan.
"Tiap hari di desa beredar duit 3.000 kali Rp 15.000, ada nan lebih ada nan sedikit, berkurang dan sebagainya. 3.000 kali Rp 15.000, Rp 45 juta tiap hari, dan di situ adalah 5 hari seminggu kali 4, 20 hari kali Rp 45 juta. Berarti Rp 900 juta tiap bulan, kali 12. 12 kali Rp 900 juta, Rp 10,8 miliar," katanya dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, pergerakan biaya pemerintah pusat ke desa ini jauh lebih besar daripada program biaya desa, nan setiap desa hanya mendapatkan Rp 1 miliar untuk pembangunan. Meski dia mengakui dalam pelaksanaannya pemerintah desa kudu lebih dulu membangun akomodasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tadinya sebelum ada MBG kita kirim Rp 1 miliar biaya desa, dengan MBG kita tambah Rp 10 miliar. kita pakai dulu duit biaya desa, kita pake dulu Rp 500 juta ya, tapi 6 tahun bakal kembali," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan perputaran biaya Rp 10,8 miliar ini hanya untuk memenuhi menu makanan penerima manfaat. Namun di saat nan bersamaan, dengan adanya konsumsi makanan hingga miliaran rupiah, para produsen di desa juga ikut dapat manfaat.
Dalam perihal ini para peternak dan pedagang dari desa bisa ikut merasakan faedah dari MBG lantaran produk-produk mereka jadi laku terbeli. Membuat anggaran nan dikeluarkan pemerintah memberikan multiplier effect nan lebih besar.
"Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ, artinya nan tanam ikan lele bisa dijual, nan tanam bawang merah bisa terjual, nan bikin tempe bisa terbeli, nan jual telur bisa, semua produsen di desa itu hidup, dan kita bisa patahkan biaya logistik, nggak usah jauh-jauh ke pasar, pasarnya ada di desanya sendiri," ucap Prabowo.
Dengan begitu, menurutnya sekian ratus triliun rupiah anggaran MBG bakal sepenuhnya beredar di perekonomian setiap wilayah Indonesia dengan lebih merata. Ditambah dengan operasional Koperasi Desa Merah Putih, penyelenggaraan makan cuma-cuma ini bakal menjadi lebih efisien.
"MBG ditambah dengan kooperasi desa merah putih ini bakal membangkitkan ekonomi kita," terangnya.
Dalam konteks ini, 1.061 unit Kopdes sudah beroperasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menargetkan sekitar 3.000 koperasi beraksi pada Agustus 2026 mendatang.
"Kalau umpamanya tidak sampai 30.000, jika hanya sampai 20.000, saya katakan 20.000 ini juga adalah prestasi nan saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain. Kita buktikan hari ini dan kita buktikan kelak bulan Agustus, 20.000 minimal kooperasi berdiri, dan kita lihat Desember seribu desa nelayan, dan kita lihat tahun 2027 berapa ratus sekolah baru kita bangun, berapa sekolah rakyat kita bangun," ucap Prabowo.
(igo/ara)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·