Prabowo: Kita Jangan Jadi Pemerintah yang Santai dan Leha-Leha

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jejeran pemerintah bekerja sigap dan tidak terlalu santai. Dia menegaskan jejeran menteri tidak bekerja kumaha engkek alias gimana kelak karena masyarakat menuntut pemerintah bekerja cepat.

"Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan nan cepat. Jangan kita jadi pemerintah nan santai, pemerintah nan leha-leha, pemerintah nan kumaha engkek wae (bagaimana kelak saja)," kata Prabowo Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Kita kudu jadi pemerintah nan didorong oleh engkek kumaha (nanti bagaimana), bukan kumaha-engkek," sambungnya.

Dia menekankan pemerintah kudu memperbaiki diri, salah satunya mengenai kemudahan izin berusaha. Prabowo mencontohkan negara lain nan dengan sigap memberikan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), berbeda dengan Indonesia.

"Kalau negara di sekitar kita bisa memberi izin usaha, bisa memberi AMDAL dalam 3 minggu, kenapa kita kudu berbulan-bulan apalagi 3 tahun?" tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan, semua pejabat bisa diganti, meskipun sudah berstatus ASN. Dia mengingatkan bahwa rakyat saat ini menuntut pemerintah bekerja dengan baik dan benar.

"Tidak ada orang nan tidak bisa diganti. Rakyat menuntut pemerintah nan betul dan baik. Jangan mentang-mentang sudah jadi ASN tidak bisa diberhentikan. Kalau tidak, suruh dia tinggal di rumah saja, biar dia malu sama istri dan anaknya," ucap Prabowo.

Dia menyampaikan Indonesia kudu menjadi negara nan dahsyat demi masa depan negara. Untuk itu, Prabowo membujuk pemimpin-pemimpin pemerintah wilayah di setiap tingkatan juga untuk bekerja sama melakukan pembenahan.

"Mari bersama-sama kita bersihkan abdi negara kita semuanya," jelas Prabowo.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita