Prabowo: Kebakaran Dekat IKN Harus Diperhatikan!

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meminta semua pihak memberikan perhatian lebih pada kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Dia meminta agar kebakaran tidak sampai ke area inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta agar pengerahan aset-aset segera dilakukan.

"Yang kudu diperhatikan juga kebakaran nan dekat dengan IKN itu, kudu diperhatikan, kudu dikerahkan aset-aset lebih jangan sampai kebakaran itu sampai ke area inti," beber Prabowo dalam Ratas Perkembangan Penanganan Bencana secara virtual, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, karhutla terjadi di lahan perorangan hingga hanya berjarak sekitar 20 meter dari Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Lahan itu diduga sengaja dibakar untuk pembukaan kebun sawit.

Manajer KHDTK Samboja Nanang Riana mengatakan kebakaran terjadi di Sungai Merdeka RT 07, Kecamatan Samboja Barat, pada Selasa (1/9/2926). Informasi awal diterimanya dari penduduk sekitar pukul 15.00 Wita, nan memandang asap muncul dari salah satu kebun.

"Kemarin sekitar pukul 15.00, sudah ada info dari penduduk kepada saya bahwa ada asap di kebunnya Pak Sayuti. Saya kemudian menindaklanjuti dengan turun ke lapangan untuk mengecek betul alias tidak," ujar Nanang, dilansir detikKalimantan, Kamis (3/9/2026) nan lalu.

Nanang kemudian mendatangi letak dan menemukan api tersebar di tiga titik. Salah satu titik kebakaran berada sangat dekat dengan pemisah KHDTK sehingga pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan.

"Ternyata titik apinya banyak, tersebar di tiga titik. Salah satunya berada di letak nan berimpit dengan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Sehingga saya melakukan koordinasi dengan teman-teman PPI Jejak Pulang untuk penanggulangan kebakaran ini," jelasnya.

Kecurigaan adanya unsur kesengajaan muncul setelah kondisi lahan diperiksa. Selain ditemukan ajir sawit alias penanda nan ditancapkan ke tanah, Nanang memandang material di letak telah dikumpulkan alias ditumpuk. Menurutnya, ini merupakan pola pembersihan lahan dengan langkah dibakar.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance