Presiden Prabowo Subianto bakal memperbaiki akses pembiayaan bagi masyarakat kecil, khususnya untuk buruh, petani dan nelayan, dengan menurunkan bunganya.
Prabowo menyoroti kondisi selama ini masyarakat mini kerap menghadapi kembang pinjaman nan sangat tinggi. Dia menilai situasi itu memberatkan dan tidak berpihak kepada mereka
“Saudara-saudara sekalian selama ini rakyat mini jika pinjam duit bunganya luar biasa gilanya,” ujar Prabowo, di hadapan para pekerja saat tindakan May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5).
“Orang mini pinjam duit bunganya bisa 70 persen setahun. Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sejenak lagi kita bakal kucurkan angsuran untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun,” tambahnya.
Selain kebijakan pembiayaan, Prabowo telah mengalokasikan anggaran Rp 500 triliun untuk perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita juga memberi perlindungan sosial nan sangat besar. Tahun ini kita memberi perlindungan untuk rakyat nan berpenghasilan rendah sebesar Rp 500 triliun,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto beriktikad membangun perumahan nan lokasinya dekat dari area industri. Sehingga jaraknya tidak jauh dari tempat para pekerja bekerja.
Terkait cicilannya, para pekerja juga sempat mengeluhkan selama ini 30 persen dari penghasilannya lenyap untuk biaya sewa hunian. Untuk itu, Prabowo mau tenor angsuran bagi para pekerja bisa mencapai 40 tahun
“Nanti kita bakal yakinkan kerabat kelak bakal miliki rumah tersebut. Jadi nan tadi 30 persen untuk perjanjian kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya jika bisa 20 tahun, jika nggak bisa 20 tahun, 25 tahun, jika belum lunas 25 tahun 30 tahun, jika tidak bisa 25 tahun 40 tahun,” ungkap Prabowo.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·