Mengapa Si Kecil Butuh Tiga Jenis Serat Pangan?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi makanan sehat untuk anak. Foto: Shutter Stock

Selama ini banyak orang tua memahami bahwa serat pangan krusial untuk membantu melancarkan buang air besar. Pemahaman tersebut memang benar, tetapi rupanya banyak penelitian mutakhir tentang nutrisi dan kesehatan anak menunjukkan bahwa kegunaan serat jauh lebih kompleks daripada sekadar membantu BAB.

Pada anak, serat pangan, termasuk prebiotik, juga berkedudukan sebagai sumber makanan bagi triliunan mikroorganisme, termasuk kuman baik, nan hidup di dalam usus. Beberapa studi terbaru dari Kadim dan Tunc serta kolega menunjukkan bahwa prebiotik tidak hanya bakal mendukung pertumbuhan dan meningkatkan keragaman kuman baik di usus, namun juga bakal mendukung perkembangan keimunan anak.

Menariknya, kuman baik tidak semuanya menyukai jenis makanan nan sama. Sama seperti manusia nan mempunyai selera makan berbeda-beda, setiap golongan kuman baik di dalam usus mempunyai kebutuhan nutrisi nan berbeda.

Inilah argumen kenapa para intelektual mulai memandang kombinasi beberapa jenis prebiotik sebagai pendekatan nan lebih ideal dibandingkan hanya mengandalkan satu jenis prebiotik saja. Struktur prebiotik nan beragam menyebabkan perbedaan dalam pengaruh fisiologis serta letak fermentasinya di saluran cerna. Sebagai contoh, galaktooligosakarida (GOS) dengan rantai nan relatif pendek condong difermentasi lebih awal, terutama di bagian proksimal alias pangkal usus.

Sementara itu, fruktooligosakarida (FOS) dan inulin, nan mempunyai rantai lebih panjang, dapat mencapai bagian usus nan lebih distal alias ujung sebelum difermentasi, sehingga memberikan pengaruh hingga ke bagian tengah hingga akhir usus. Dengan demikian, kombinasi beberapa jenis prebiotik berpotensi mendukung aktivitas fermentasi di beragam bagian usus dan berkontribusi terhadap peningkatan keragaman mikrobiota usus serta mendukung faedah kesehatan nan lebih komprehensif.

Di dalam usus anak terdapat ribuan jenis kuman nan bekerja sama menjalankan beragam kegunaan penting. Sebagian membantu pencernaan, sebagian menghasilkan vitamin, sebagian menjaga lapisan usus, dan sebagian membantu melatih sistem imun. Semakin banyak golongan kuman baik nan dapat memperkuat hidup dan berkembang, semakin baik pula kualitas ekosistem usus anak. Oleh lantaran itu, memberikan kombinasi tiga jenis prebiotik dapat membantu “memberi makan” lebih banyak golongan kuman baik dibandingkan hanya satu jenis prebiotik. Salah satu pendekatan yaang terbukti klinis adalah asupan FOS, GOS, dan Inulin.

Ilustrasi 3D kuman Foto: Shutter Stock

FOS dikenal bisa meningkatkan populasi Ruminococcaceae, Sedangkan, GOS dikenal bisa untuk mendukung kebanyakan kuman baik di usus nan sehat, ialah Bifidobacterium. Berbagai penelitian dari Moro, Costalos, dan Bruzzese serta kolega menunjukkan bahwa kombinasi FOS dan GOS rasio 1:9 membantu menciptakan lingkungan usus nan lebih sehat dan mendukung kegunaan pencernaan serta daya tahan tubuh anak.

Inulin sendiri menurut beberapa penelitian, dari Van der Beek dan Zheng serta kolega, menunjukkan bahwa inulin bekerja sebagai sumber fermentasi bagi beragam golongan kuman baik nan menghasilkan short-chain fatty acids (SCFA), termasuk butirat. Senyawa ini berkedudukan krusial menjaga kesehatan lapisan usus dan mendukung kegunaan saluran cerna.

Karena tiga jenis prebiotik bekerja pada jalur nan berbeda, kombinasi ketiganya memberikan faedah nan lebih luas. Memberikan asupan serat pangan alias prebiotik, FOS, GOS, dan inulin, alias dikenal sebagai Triple Prebiotics sangat krusial lantaran memberikan tiga faedah utama nan saling berkaitan.

Pertama, membantu mendukung pertumbuhan dan aktivitas kuman baik. Semakin banyak kuman baik nan memperoleh makanan, semakin optimal mereka menjalankan fungsinya dalam menjaga kesehatan usus.

Kedua, membantu menjaga kesehatan pencernaan. Ketika kuman baik memfermentasi ketiga jenis serat prebiotik tersebut, mereka menghasilkan beragam metabolit nan membantu menjaga konsistensi feses dan mendukung pergerakan usus nan sehat.

Ketiga, membantu mendukung sistem imun anak. Sekitar 70% sistem imun tubuh berasosiasi dengan lingkungan saluran cerna. Karena itu, gut microbiota nan sehat dapat membantu menciptakan respons imun nan lebih optimal.

Namun, salah satu kebenaran nan sering tidak diketahui banyak orang tua adalah dengan memberikan “serat” seolah-olah semuanya sama sebenarnya kurang tepat. Dalam bumi gizi, beragam jenis serat prebiotik mempunyai karakter dan faedah nan berbeda. Sebagian lebih berkedudukan sebagai pembentuk massa feses, sementara sebagian lain berfaedah sebagai prebiotik nan secara spesifik memberi makan kuman baik.

Karena itu, pendekatan nan mengombinasikan beberapa jenis serat prebiotik menjadi semakin menarik. Bukan hanya membantu mengatasi masalah pencernaan seperti konstipasi, tetapi juga membantu membangun ekosistem gut microbiota nan lebih sehat sejak dini.

Pada akhirnya, ketika anak mendapatkan tiga jenis serat pangan prebiotik nan saling melengkapi, nan didukung bukan hanya proses BAB nan lebih nyaman. nan sedang dirawat adalah triliunan mikroorganisme, termasuk kuman baik, nan setiap hari membantu menjaga pencernaan, mendukung daya tahan tubuh, dan membangun fondasi kesehatan anak untuk masa depan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan