Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar bensin berbasis tanaman kelapa sawit, tebu, singkong hingga sorgum. Hal ini dilakukan agar Indonesia bebas dari impor bensin.
Ia pun berambisi dalam tiga hingga empat tahun ke depan Indonesia sudah bisa memproduksi bensin dari tanaman.
"Dan profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit. Etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum. Saudara-saudara, jadi, saya minta dalam 3-4 tahun lagi kita kelak juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," ujar Prabowo saat pidato di aktivitas Puncak Perayaan Hari Koperasi Nasional Ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prabowo, jika pengembangan nan dilakukan tersebut berhasil, maka dampaknya bakal sangat luas. Di mana akibat nan ada bukan hanya mengurangi impor BBM saja, melainkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
"Berarti petani singkong bakal hidup makmur! Petani jagung bakal hidup makmur! Petani-petani di seluruh Indonesia bakal melakukan nan terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri," katanya.
Adapun pengembangan ini didorong atas keberhasilan Indonesia nan telah mengimplementasikan B50 ialah campuran minyak kelapa sawit sebesar 50% pada solar. Ia menyatakan dengan penerapan ini, Indonesia bakal menyetop impor solar mulai bulan ini.
"B50 solar! 50% dari kelapa sawit. Petani kelapa sawit ada di Indonesia! Minyak kelapa sawit di Indonesia. Mulai bulan ini, kita tidak impor lagi solar dari luar negeri," ujarnya.
(acd/acd)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·