Prabowo Hargai Investasi Jepang di Blok Masela: Kita Cari Keuntungan Bersama

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik investasi dari perusahaan Jepang, Inpex Corporation, di proyek Lapangan Abadi Blok Masela nan mencapai USD 20,94 miliar alias sekitar Rp 342 triliun.

Prabowo mengatakan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut merupakan proyek krusial nan sempat tersendat selama nyaris 3 dekade. Dia menekankan pembangunan Blok Masela bakal dilanjutkan secepatnya.

Proyek blok migas beserta akomodasi pengolahan gas alam cair (LNG) dan carbon capture and storage (CCS) itu rencananya dapat memproduksi 9,5 juta ton per tahun LNG, kondensat hingga 35.000 barel per hari, dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.

“Perairan kita di Tanimbar di Maluku ini kita mempunyai persediaan daya nan sangat besar. Kita sudah sadar ini 28 tahun nan lalu, dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi, kita kudu memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur nan telah memungkinkan proyek ini terwujud,” kata Prabowo saat Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7).

Blok Masela dikelola Inpex Corporation melalui anak perusahaannya Inpex Masela, Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan 65 persen, sementara mitranya Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen dan Petronas Masela 15 persen.

“Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang nan investasi di sini dan kita berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia Petronas juga ikut di sini, dan tentunya kita bangga putra-putri kita perusahaan nasional Pertamina ada di sini,” ujar Prabowo.

Prabowo berambisi Blok Masela bisa memberikan untung tidak hanya bagi Jepang, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang, kita mulai proyek ini kita cari suatu untung bersama, kehormatan bagi tuan rumah adalah jika mitranya, jika tamunya senang itu kehormatan bagi tuan rumah, tapi kita pun punya tanggung jawab kepada rakyat kita, rakyat kita banyak nan hidupnya susah,” tegas Prabowo.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat seremoni groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat, Kamis (16/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Dalam kesempatan nan sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Inpex Corporation bakal memprioritaskan Jepang sebagai tujuan ekspor LNG dari Blok Masela. Pembagian produksi LNG ialah 60 persen untuk domestik dan 40 persen untuk ekspor.

"Mana saja deh nan mau beli, ya termasuk Jepang. Bagi kita sekarang adalah offtaker, ada kepastian, go ahead, terutama Jepang. Karena mereka berinvestasi, jadi kita prioritas negara pilihan pertama dari Inpex adalah Jepang," ungkap Bahlil.

Sementara itu, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda berambisi proyek LNG Abadi Masela dapat memberikan kontribusi sekitar USD 137,7 miliar kepada perekonomian nasional dan berpotensi mempekerjakan hingga 12.000 pekerja pada puncak fase konstruksi.

"Proyek ini sangat krusial nan berkontribusi pada keamanan daya di Jepang dan di seluruh area Indo-Pasifik. Proyek ini diberi nama Abadi dengan angan bakal terus memenuhi peran ini selama bertahun-tahun nan bakal datang," kata Takayuki.

Terlepas dari nomor tersebut, Takayuki percaya proyek ini dapat bermanfaat, dirasakan secara nyata, dan berkepanjangan oleh masyarakat, khususnya nan tinggal di sekitar area proyek.

"Kami bakal terus memperkuat kontribusi kami kepada wilayah ini melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan sumber daya lokal, kemampuan, pemberdayaan upaya lokal, dan beragam program pengembangan masyarakat termasuk di bagian pendidikan dan kesehatan," tutur Takayuki.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan