Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi ekonomi nasional. Prabowo menilai selama ini kekayaan sumber daya alam Indonesia belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan petunjuk di upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Senin (1/6/2026). Prabowo menyebut Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam melimpah apalagi menjadi salah satu produsen utama beragam komoditas. Menurutnya, Indonesia mempunyai peran krusial dalam rantai pasok global, mulai dari mineral hingga komoditas pertanian.
"Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya nan sangat penting," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sektor pangan, Prabowo mengatakan Indonesia sekarang berada dalam posisi nan lebih siap dibanding banyak negara lain nan tengah menghadapi tantangan ketahanan pangan. Menurutnya, capaian swasembada pangan menjadi modal krusial bagi Indonesia menghadapi dinamika global.
Meski demikian, Prabowo mengakui pemanfaatan kekayaan alam Indonesia selama ini belum optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia menyoroti tetap banyak nilai tambah dari sumber daya nasional nan justru dinikmati pihak di luar negeri.
"Dan sekarang kita sudah swasembada pangan di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap. Namun, kita kudu mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," ujarnya.
Prabowo menegaskan transformasi ekonomi menjadi salah satu tugas utama pemerintahannya. Ia menyebut transformasi tersebut merupakan petunjuk nan kudu dijalankannya sebagai Presiden RI.
"Saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia kedelapan, sebagai mandataris rakyat nan disumpah di hadapan rakyat, adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi nan belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila menuju ekonomi nan sungguh-sungguh berasas Pancasila," ujarnya.
(eva/idh)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·