Prabowo Disebut Minta Buku Pelajaran untuk Siswa Diperbarui

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan mengenai perbaikan kitab pelajaran siswa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto disebut meminta agar kualitas kitab pelajaran bagi siswa Indonesia diperbarui. Arahan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengevaluasi buku-buku pelajaran nan ada saat ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Prabowo terhadap pembaruan kitab pelajaran berasal dari kunjungannya ke sejumlah sekolah.

Dalam kunjungan itu, Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran nan digunakan para siswa dan menemukan sejumlah perihal nan perlu menjadi perhatian.

"Saat mengecek kitab pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada nan bahannya mudah rusak, ada nan sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya jika dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Sejumlah kitab pelajaran siswa nan sudah diperbaiki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Menurutnya, setelah mempelajari buku-buku pelajaran nan digunakan di Indonesia, Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan komparasi dengan kitab ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas kitab pelajaran nasional.

"Awalnya nan punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga nan tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, kelak intinya bakal diperbaiki menjadi lebih baik," ujar Seskab.

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan mengenai perbaikan kitab pelajaran siswa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Dalam kesempatan nan sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menuturkan, Prabowo memberikan perhatian unik pada sejumlah aspek nan dinilai strategis.

Selain penguatan karakter kebangsaan, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan keahlian berkata asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bagian sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. nan ketiga, untuk menghadapi kejuaraan global, salah satu concern beliau adalah keahlian bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," ucap Prasetyo.

Sejumlah kitab pelajaran siswa nan sudah diperbaiki di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Tidak hanya dari sisi materi, Prabowo juga menginginkan agar kualitas bentuk kitab pelajaran ditingkatkan. Buku ajar diharapkan mempunyai tampilan nan lebih menarik, ukuran huruf nan lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan nan lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu nan lebih panjang.

"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga nan bagus agar itu bisa memperkuat dalam sekian waktu. Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada nan kitab ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan alias dipakai oleh adik kelasnya," ungkapnya.

Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan mengenai perbaikan kitab pelajaran siswa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/8). Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Prasetyo menekankan, perhatian Prabowo terhadap bumi pendidikan tidak terlepas dari kebiasaan membaca nan telah ditanamkan sejak mini dalam lingkungan keluarganya.

Menurutnya, budaya membaca secara rutin menjadi salah satu nilai nan sekarang mau kembali digalakkan di lingkungan pendidikan nasional.

"Sejak usia belia, family Pak Mitro selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku, kemudian membikin rangkuman dan disampaikan kepada orang tua. Itu adalah juga langkah mendidik nan kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, doyan membaca kitab dan wajib membaca kitab bagi kita semua," pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan