Presiden Prabowo Subianto membuka kesempatan merombak kabinet jelang 2 tahun pemerintahannya. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerahkan keputusan itu kepada Prabowo.
"Reshuffle kabinet itu sepenuhnya menjadi kewenangan prerogatif presiden lantaran presiden nan mengerti keahlian kabinet dan berkuasa memastikan the right man in the right place, sebagaimana disampaikan Bapak Presiden sendiri," kata Ketua DPP PKB Daniel Johan saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel Johan menilai nan terpenting keahlian pemerintahan semakin solid usai dirombak. Program-program prioritas, kata dia, juga bisa terus melangkah dengan baik.
"Yang krusial keahlian pemerintahan semakin solid dan program-program prioritas, termasuk nan menyentuh sektor pertanian dan perikanan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan rakyat terus melangkah sehingga perekonomian tumbuh, lapangan kerja tercipta," ucap dia.
Peluang Rombak Kabinet
Sebelumnya, Presiden Prabowo tidak menutup kesempatan melakukan perombakan alias reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo menilai para personil kabinet semestinya sudah mempunyai waktu nan cukup untuk membuktikan keahlian mereka.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), saat merespons pertanyaan menjelang dua tahun masa pemerintahannya. Prabowo ditanya mengenai tingkat kepuasan terhadap keahlian jejeran menterinya dan kesempatan untuk merombak kabinet.
"Atau Bapak merasa bahwa, 'Wah, 2 tahun ini sudah waktunya saya melakukan pertimbangan besar-besaran dan merombak kabinet saya'. Artinya, bakal ada reshuffle besar-besaran, Pak? nan mungkin Bapak pertimbangkan gitu ya," tanya Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi.
"Jadi begini, jika saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya kudu mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya seumpama kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya konsentrasi dulu lantaran Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita kudu konsentrasi pada perihal nan mendasar," jawab Prabowo.
Prabowo menerangkan, terdapat sejumlah kementerian nan diistilahkan tidak berada di garis depan. Menteri-menteri itu disebutnya bekerja sesuai dengan keahlian dan kewenangannya.
"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian nan tentunya istilahnya tidak di garis depan, tetapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, reshuffle kabinet terhadap jajarannya diperlukan untuk menempatkan orang di posisi nan tepat. Namun perihal itu juga dapat dilakukan andaikan terdapat kesalahan nan perlu dipertanggungjawabkan.
"Jadi, jikalau kelak ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan jika ada nan mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, bisa untuk mengganti orang nan bener," katanya.
"Atau dia sendiri nan ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini..', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya, gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. 'You ada bukti? Kalau ada bukti, silakan', saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjutnya.
Rivana kemudian bertanya kembali, menurutnya ada momentum jelang 2 tahun pemerintah Prabowo. Rivana bertanya apakah momentum tersebut pergantian alias pertimbangan personil kabinet.
"Saya kira itu sesuatu nan logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," jawab Prabowo.
(maa/zap)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·