Vladivostok, CNBC Indonesia - Presiden Indonesia Prabowo Subianto bicara mengenai kondisi geopolitik nan terjadi di area Asia Tenggara. Menurutnya, stabilitas area dibangun berasas kesadaran berbareng antarpemimpin negara terhadap persoalan nan lebih besar.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Turut datang antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menurut Prabowo, area Asia Tenggara sebelumnya juga pernah menghadapi konflik, ketegangan, serta perbedaan nan mendalama antar negara. Namun pemimpin ASEAN menyadari persoalan seperti kemiskinan, keterbatasan jasa kesehatan dan pendidikan, prasarana nan belum memadai, serta pembuatan lapangan pekerjaan, dan kesempatan ekonomi merupakan tantangan nan lebih besar.
"Maka, ASEAN memilih konsultasi daripada konfrontasi, kerja sama daripada perpecahan," kata Prabowo.
Lebih lanjut, menurut eks Menteri Pertahanan tersebut, pilihan itu membawa area ASEAN nyaris enam dasawarsa menghasilkan apa nan disebut dividen perdamaian (peace dividend). Dengan kondisi tenteram dan stabil memberikan ruang bagi masyarakat serta bumi upaya untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan membangun masa depan.
"Petani dapat berproduksi, pabrik dapat beroperasi, kapal dapat berlayar, bumi upaya dapat berinvestasi, anak-anak dapat bersekolah, dan family dapat merencanakan masa depan," tuturnya.
Untuk itu, dia membujuk Rusia dan seluruh personil EAEU (Eurasian Economic Union) untuk memperluas faedah dari dividen perdamaian itu, melalui peningkatan kerja sama antarkawasan. Adapun perjanjian perdagangan bebas Indonesia-EAEU telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025.
Perjanjian itu melibatkan beberapa negara seperti Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgiztan, Rsuia, dan Eurasian Economic Commision. Dari perjanjian itu Indonesia dan EAEU berkomitmen menghapus alias mengurangi bea masuk terhadap 11.882 pos tarif. Jumlah itu mencakup lebih dari 9)% seluruh peralatan nan diperdagangkan.
"Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen terhadap FTA ini, dan pada Juli lampau saya telah menandatangani Peraturan Presiden mengenai ratifikasinya," kata Prabowo.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·