Prabowo Bicara Kecocokan Kerja Sama: Rusia Punya Gandum, RI Punya Kopi

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia dan Rusia mempunyai perekonomian nan saling melengkapi. Menurutnya, perbedaan sumber daya dan kekuatan ekonomi kedua negara justru menjadi modal untuk meningkatkan kerja sama.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

"Perekonomian Indonesia dan Rusia bukanlah gambaran cermin satu sama lain. Saya percaya justru lantaran itulah keduanya dapat cocok untuk bekerja sama," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menyebut Rusia mempunyai gandum, pupuk, energi, pengetahuan pengetahuan, dan teknik maju. Di sisi lain, Indonesia mempunyai sejumlah komoditas unggulan serta menjadi pintu gerbang menuju pasar ASEAN.

"Rusia mempunyai gandum, pupuk, energi, pengetahuan pengetahuan, teknik maju. Indonesia mempunyai minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, peralatan konsumsi, dan tenaga kerja muda, serta pintu gerbang menuju 680 juta masyarakat ASEAN," ujarnya.

Menurut Prabowo, kekuatan ekonomi masing-masing negara dapat menjawab kebutuhan satu sama lain. Hal tersebut menjadi fondasi untuk membangun perdagangan nan setara dan berkelanjutan.

"Hasilnya sudah terlihat. Tahun lampau pada 2025, perdagangan bilateral kita mendekati 5 miliar dollar AS. Meningkat sebesar 21,7% dibandingkan satu tahun sebelumnya, 2024. Dan meningkat sebesar 33,7% dibandingkan dengan 2023," ujarnya.

"Pencapaian ini baru merupakan permulaan; ini bukan pemisah atas. Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri: untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia," lanjut Prabowo.

(eva/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News