Dalam aktivitas peresmian tersebut, diperkirakan sekitar 7.000 pekerja dari sejumlah wilayah di Jawa Timur bakal hadir, mulai dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Nganjuk.
Selain itu, sejumlah tokoh pekerja internasional juga dijadwalkan menghadiri kegiatan, termasuk Sekretaris Jenderal ITUC-Asia Pacific, Shoya Yoshida.
Andi Gani menilai peresmian museum oleh Presiden menjadi momen krusial dalam sejarah perjuangan pekerja nasional. Menurutnya, kehadiran Presiden secara langsung di Nganjuk menunjukkan penghormatan negara terhadap perjuangan Marsinah nan sekarang telah dianugerahi gelar pahlawan nasional.
"Tentu kita kudu bersyukur, simbol sejarah perjuangan buruh, Ibu Marsinah, mendapatkan gelar terhormat pahlawan nasional," ucapnya.
Selain agenda peresmian museum, Andi Gani mengaku berencana membujuk Prabowo untuk berkunjung ke makam Marsinah nan berada tidak jauh dari letak museum. Ia juga berambisi Presiden dapat memandang langsung produk UMKM bimbingan aktivis pekerja nan telah menembus pasar ekspor.
"Saya rencananya bakal membujuk beliau kunjungan ke makam Ibu Marsinah dan memandang UMKM bimbingan aktivis pekerja nan produknya sudah diekspor ke beberapa negara," pungkas Andi Gani.
Reporter: Nur Habibie (Merdeka.com)
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·