Presiden Prabowo Subianto menyoroti rumor ketahanan daya sebagai tantangan utama nan mendesak untuk dihadapi bersama. tekanan dunia nan meningkat serta ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah membikin rumor daya bukan lagi sekadar tantangan jangka panjang, melainkan kebutuhan nan kudu segera direspons.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) nan menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada Kamis, 7 Mei 2026.
"Ketahanan daya adalah salah satu rumor krusial nan kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan dunia dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyampaikan bahwa area BIMP-EAGA mempunyai potensi besar dalam pengembangan daya terbarukan, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur nan belum dimanfaatkan secara optimal.
Prabowo mempertanyakan kesiapan negara-negara personil untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan area sekaligus mendukung transisi daya ASEAN.
"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berasas potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi daya ASEAN," katanya.
Lebih lanjut, Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan daya bersih di kawasan. Beberapa langkah nan disoroti antara lain pengembangan tenaga air di Borneo, ekspansi proyek daya surya di Palawan, serta pemanfaatan daya angin di wilayah pesisir.
Upaya RI Percepat Energi Surya
Prabowo turut mencontohkan sejumlah langkah nan tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan daya surya.
"Transisi daya kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan prasarana daya kita. BIMP-EAGA mempunyai potensi nan besar," ucap Prabowo.
Selain pengembangan energi, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat konektivitas subkawasan, termasuk peningkatan kapabilitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar pengedaran daya dapat melangkah lebih efisien di kawasan. Ia menilai seluruh agenda tersebut memerlukan support pembiayaan, skill teknis, serta kemitraan nan lebih erat dengan para mitra pembangunan regional.
"Semua ini tidak bakal terjadi tanpa support nan tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi skill teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita," imbuhnya.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa selain ketahanan energi, ketahanan pangan juga menjadi rumor mendasar nan kudu menjadi perhatian berbareng negara-negara BIMP-EAGA dalam menjaga kesejahteraan masyarakat kawasan.
Dari Cebu, Prabowo sekaligus mengirim pesan kuat bahwa masa depan ASEAN tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh keahlian area menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakatnya di tengah bumi nan terus berubah.
"Namun, upaya kita hendaknya jangan berakhir pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya," tutup Prabowo.
(ily/ara)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·