Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bagian norma di Jakarta, Kamis (20/8). Forum tersebut membahas konsolidasi organisasi sekaligus persiapan PPP menghadapi Pemilu 2029, termasuk penguatan bagian norma dan penyelesaian musyawarah partai di daerah.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono mengatakan konsolidasi dilakukan untuk membangun PPP sebagai partai politik nan modern dan ahli berbasis support info serta kekuatan hukum.
“Konsolidasi ini diarahkan untuk membangun PPP sebagai partai politik nan modern, ahli berbasis info dan kuat, nan kuat secara hukum,” ujar Mardiono saat membuka Rakornas.
Mardiono mengatakan konsolidasi struktur organisasi PPP telah dilakukan di seluruh provinsi. Musyawarah wilayah (Muswil) telah berjalan di 38 provinsi, sementara konsolidasi di tingkat kabupaten/kota juga nyaris rampung.
“Saat ini sudah dilaksanakan musyawarah wilayah 38 provinsi dan kemudian dilaksanakan musyawarah cabang, konsolidasi di tingkat kabupaten kota dan ini sudah selesai 95 persen dari 514 kabupaten kota,” terangnya.
Selain konsolidasi struktur, PPP mulai menyiapkan penguatan tim norma untuk menghadapi seluruh tahapan Pemilu 2029. Tim tersebut nantinya tidak hanya bekerja ketika terjadi sengketa, tetapi ikut mengawal proses sejak awal.
“Lalu selanjutnya adalah memperkuat pembelaan norma dan pengamanan bukti sejak proses verifikasi hingga penghitungan bunyi di TPS,” jelasnya
Menurut Mardiono, pengalaman Pemilu 2024 menjadi bahan pertimbangan bagi PPP dalam memperkuat pengamanan suara. Karena itu, pengarsipan hasil penghitungan bunyi dan kesiapan saksi menjadi bagian krusial nan perlu diperhatikan sejak tingkat TPS.
"Bidang norma menjadi krusial untuk menjadi panglima kita dalam menyelamatkan bunyi atas hasil nan diberikan oleh rakyat. Pemilu tahun 2024 menjadi pelajaran krusial mengenai pengamanan info pengarsipan hasil bunyi saksi,” sambungnya.
Dalam Pemilu 2024, PPP kandas kembali ke DPR setelah hanya memperoleh 5.878.777 bunyi alias sekitar 3,87%, di bawah periode pemisah parlemen sebesar 4%.
Hasil tersebut membikin PPP kehilangan seluruh kursinya di DPR RI untuk periode 2024–2029.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·