Liputan6.com, Jakarta - Tim campuran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional, dan Polda Metro Jaya kembali menggerebek sejumlah letak nan diduga menjadi sarang narkoba di area Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi, penyergapan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tim campuran terlebih dulu berkumpul di satu titik untuk briefing.
Petugas kemudian bergerak ke beberapa letak di Kompleks Permata, Keluarahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat alias dikenal Kampung Ambon.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374188/original/079249100_1792039660-132126.jpg)
Perbesar
Beberapa rumah kontrakan dan kos-kosan tak luput dari perhatian petugas.
Sejumlah orang dibawa oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka diikat menggunakan kabel ties pada bagian tangan. Selain itu, tim juga menemukan beberapa peralatan bukti seperti senjata tajam (sajam), timbangan, ponsel, narkoba.
Hingga buletin ini diturunkan, proses penyisiran oleh petugas tetap berlangsung.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374185/original/039644900_1792039660-132178.jpg)
Perbesar
Dua hari sebelumnya, Polisi meratakan nyaris 30 lapak nan diduga menjadi tempat transaksi dan konsumsi narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat, Selasa (13/10/2026). Pembongkaran dilakukan mulai dari pintu masuk hingga lapak utama nan berada di pinggir kali.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengatakan, lapak-lapak tersebut digunakan sebagai letak transaksi sekaligus konsumsi narkoba.
"Yang mereka semua terjadinya transaksi dan penggunaan narkoba ada di lapak-lapak nan ada di sekitar sini. Hari ini telah kita ratakan, semua telah kita hancurkan," kata Nasriadi kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374187/original/065556900_1792039660-132151.jpg)
Perbesar
Dari hasil penyisiran di lokasi, polisi menemukan perangkat isap sabu alias bong, sejumlah tempat nan digunakan untuk mengonsumsi narkoba, serta sisa-sisa narkoba. Temuan tersebut tersebar di nyaris 30 lapak nan dibongkar petugas.
"Ada mereka menjual narkoba tapi mereka tidak menyiapkan tempat, ada mereka tidak menjual narkoba tapi mereka menyiapkan tempat," tuturnya.
Nasriadi menjelaskan, pemilik lapak dan bandar narkoba diduga saling bekerja sama. Menurut dia, sejumlah lapak disewakan untuk aktivitas tersebut. Selain itu, terdapat penyewaan alat-alat untuk mengonsumsi narkoba dengan tarif tertentu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374190/original/094748400_1792039660-132179.jpg)
Perbesar
Polisi sekarang mendalami identitas pemilik lapak untuk memastikan apakah mereka juga terlibat sebagai bandar narkoba alias hanya menyediakan tempat bagi bandar dari luar. Nasriadi menyebut para pemilik lapak tersebut diduga merupakan penduduk sekitar.
"Kita bakal cari sebenarnya siapa pemilik lapak ini, apakah mereka memang bandar alias bandar itu hanya dari luar, pemilik lapak ini adalah warga-warga sekitar," kata Nasriadi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374186/original/047924900_1792039660-132054.jpg)
Perbesar
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·