Potret Chaos Demo Pelajar Serang Kementerian, Penuh Gas Air Mata

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Demonstrasi mahasiswa di Albania berujung ricuh dengan pelemparan batu ke Kementerian Pendidikan, dibalas polisi dengan gas air mata dan meriam air.

Para pelajar Albania mengikuti unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026. (REUTERS/Florion Goga)

Demonstrasi mahasiswa di Tirana, Albania, berujung ricuh pada Selasa (13/10/2026). Para demonstran melemparkan batu bata dan balok beton ke gedung Kementerian Pendidikan, sementara polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air. (REUTERS/Florion Goga)

Para pelajar Albania mengikuti unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Penyelenggara tindakan dari kalangan mahasiswa mengatakan demonstrasi tersebut dipicu oleh kondisi universitas, tingginya biaya pendidikan tinggi, support finansial bagi mahasiswa, serta terbatasnya prospek pekerjaan setelah lulus. (REUTERS/Florion Goga)

Para mahasiswa Albania menggelar unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Massa membakar sejumlah akomodasi umum saat demonstrasi berskala nasional berjalan di ibu kota Albania. Para pengunjuk rasa menyuarakan kekecewaan terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan pemerintah. Kericuhan tersebut mencerminkan meningkatnya keresahan mahasiswa mengenai persoalan pendidikan dan kondisi sosial di negara itu. (REUTERS/Florion Goga)

Petugas kepolisian bersiaga saat para mahasiswa Albania menggelar unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Wakil Perdana Menteri Albania, Albana Koçiu, menanggapi kericuhan tersebut melalui unggahan di Facebook. Ia mengecam tindakan kekerasan nan terjadi selama demonstrasi. "Kekerasan tidak pernah menjadi solusi, tidak sekarang, dan tidak bakal pernah," tulis Koçiu. (REUTERS/Florion Goga)

Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional Albania saat para mahasiswa Albania menggelar unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Ia menambahkan bahwa pelemparan batu, penyerangan terhadap lembaga dan polisi negara, serta perusakan akomodasi publik bukanlah langkah nan tepat bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi mereka. (REUTERS/Florion Goga)

Petugas kepolisian memegangi seorang pengunjuk rasa saat para mahasiswa Albania menggelar protes anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Polisi juga menahan sejumlah demonstran dalam tindakan nan awalnya digelar untuk menyuarakan beragam persoalan pendidikan dan sosial di negara tersebut. (REUTERS/Florion Goga)

Seorang laki-laki menyaksikan para mahasiswa Albania menggelar unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Demonstrasi mahasiswa di Albania berjalan di tengah gelombang aktivisme mahasiswa nan lebih luas di Eropa. (REUTERS/Florion Goga)

Para pelajar Albania mengikuti unjuk rasa anti-pemerintah di Tirana, Albania, pada 13 Oktober 2026.

Di Prancis, pelajar sekolah menengah telah menggelar tindakan protes dan memblokade sekolah selama beberapa pekan untuk menuntut penambahan pembimbing serta perbaikan akomodasi pendidikan. Mereka menilai kondisi gedung sekolah nan memburuk dan ruang kelas nan terlalu padat menghalang proses belajar. (REUTERS/Florion Goga)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑