Demonstrasi mahasiswa di Albania berujung ricuh dengan pelemparan batu ke Kementerian Pendidikan, dibalas polisi dengan gas air mata dan meriam air.
Demonstrasi mahasiswa di Tirana, Albania, berujung ricuh pada Selasa (13/10/2026). Para demonstran melemparkan batu bata dan balok beton ke gedung Kementerian Pendidikan, sementara polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air. (REUTERS/Florion Goga)
Penyelenggara tindakan dari kalangan mahasiswa mengatakan demonstrasi tersebut dipicu oleh kondisi universitas, tingginya biaya pendidikan tinggi, support finansial bagi mahasiswa, serta terbatasnya prospek pekerjaan setelah lulus. (REUTERS/Florion Goga)
Massa membakar sejumlah akomodasi umum saat demonstrasi berskala nasional berjalan di ibu kota Albania. Para pengunjuk rasa menyuarakan kekecewaan terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan pemerintah. Kericuhan tersebut mencerminkan meningkatnya keresahan mahasiswa mengenai persoalan pendidikan dan kondisi sosial di negara itu. (REUTERS/Florion Goga)
Wakil Perdana Menteri Albania, Albana Koçiu, menanggapi kericuhan tersebut melalui unggahan di Facebook. Ia mengecam tindakan kekerasan nan terjadi selama demonstrasi. "Kekerasan tidak pernah menjadi solusi, tidak sekarang, dan tidak bakal pernah," tulis Koçiu. (REUTERS/Florion Goga)
Ia menambahkan bahwa pelemparan batu, penyerangan terhadap lembaga dan polisi negara, serta perusakan akomodasi publik bukanlah langkah nan tepat bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi mereka. (REUTERS/Florion Goga)
Polisi juga menahan sejumlah demonstran dalam tindakan nan awalnya digelar untuk menyuarakan beragam persoalan pendidikan dan sosial di negara tersebut. (REUTERS/Florion Goga)
Demonstrasi mahasiswa di Albania berjalan di tengah gelombang aktivisme mahasiswa nan lebih luas di Eropa. (REUTERS/Florion Goga)
Di Prancis, pelajar sekolah menengah telah menggelar tindakan protes dan memblokade sekolah selama beberapa pekan untuk menuntut penambahan pembimbing serta perbaikan akomodasi pendidikan. Mereka menilai kondisi gedung sekolah nan memburuk dan ruang kelas nan terlalu padat menghalang proses belajar. (REUTERS/Florion Goga)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·