Ratusan migran dilaporkan memasuki wilayah Ceuta, kantong milik Spanyol di pesisir Afrika Utara, pada Kamis (30/7/2026).
Ratusan migran dilaporkan memasuki wilayah Ceuta, kantong milik Spanyol di pesisir Afrika Utara, pada Kamis (30/7/2026). Mereka menempuh beragam langkah untuk mencapai wilayah Uni Eropa, mulai dari berenang melintasi laut hingga menerobos perbatasan darat dari Maroko. REUTERS/Fabian Bimmer
Rekaman di letak memperlihatkan ratusan migran berenang alias mengapung menggunakan ban dalam dari sisi Maroko menuju pantai Ceuta. Sebagian lainnya terlihat menerobos gerbang perbatasan di darat sebelum berlari memasuki wilayah kota. REUTERS/Fabian Bimmer
Migran berkumpul di dekat kendaraan nan gosong terbakar sembari menunggu kesempatan menyeberang ke wilayah kantong Spanyol, Ceuta, dari sisi perbatasan Maroko di Fnideq, Maroko, Jumat (31/7/2026). Ceuta menjadi salah satu titik utama tujuan para migran nan berupaya memasuki wilayah Uni Eropa. REUTERS/Ahmed El Jechtimi TPX IMAGES OF THE DAY
Kapal-kapal Garda Sipil dan angkatan laut Spanyol juga dikerahkan untuk beroperasi di perairan sekitar Ceuta. REUTERS/Fabian Bimmer
Salah seorang migran asal Maroko mengaku menyeberang berbareng sekelompok orang pada pagi hari. Ia mengatakan telah berenang sekitar 200 meter setelah sukses memanjat tembok pengamanan di sisi perbatasan Maroko. SOCIAL MEDIA/via REUTERS
Di sisi lain, gelombang kehadiran migran memicu kekhawatiran penduduk setempat. Seorang masyarakat Ceuta berjulukan Jose menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu nan "memalukan" dan mendesak Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez segera mengambil langkah untuk mengendalikan arus migrasi.REUTERS/Ahmed El Jechtimi
Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara nan menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dan Benua Afrika. REUTERS/Fabian Bimmer
Kedua wilayah tersebut selama bertahun-tahun menjadi titik utama upaya penyeberangan migran nan mau memasuki Eropa, sehingga kerap mengalami lonjakan arus migrasi dalam periode tertentu. REUTERS/Fabian Bimmer
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·