Potret 'Batu Kelaparan' Muncul di Sungai Jerman, Warning Bahaya Ini

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Kekeringan di Jerman menyingkap Hungersteine alias "batu kelaparan" di Sungai Rhine, penanda sejarah krisis akibat rendahnya air.

Apa nan disebut sebagai 'batu kelaparan' (hunger stones) tampak akibat rendahnya permukaan air Sungai Rhine di dekat Worms, Jerman, pada 4 Agustus 2026. (REUTERS/Andreas Buerger)

Surutnya permukaan Sungai Rhine di Jerman kembali menyingkap Hungersteine alias "batu kelaparan" di wilayah Worms. Kemunculan batu-batu tersebut menjadi penanda nyata rendahnya permukaan air sekaligus mengingatkan pada sejarah kekeringan nan pernah menakut-nakuti kehidupan masyarakat. (REUTERS/Andreas Buerger)

Surutnya permukaan air Sungai Rhine mengungkap sejumlah pemandangan tersembunyi di Jerman, muncul Hungersteine atau

Hungersteine merupakan penanda hidrologis nan ditempatkan di sungai dan perairan lainnya saat permukaan air sangat rendah. Batu-batu ini berfaedah sebagai peringatan bagi generasi mendatang mengenai akibat kekeringan, termasuk potensi kandas panen dan kelaparan. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Apa nan disebut sebagai 'batu kelaparan' (hunger stones) tampak akibat rendahnya permukaan air Sungai Rhine di dekat Worms, Jerman, pada 4 Agustus 2026.

Kemunculan kembali batu tersebut terjadi ketika Jerman dan sebagian besar wilayah Eropa menghadapi gelombang panas berturut-turut dengan curah hujan minim pada musim panas ini. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan air sejumlah sungai, termasuk Rhine, menyusut drastis. (REUTERS/Andreas Buerger)

Sebuah jejak kapal penangkap belut nan bergelimang lumpur teronggok di tepi Sungai Rhine saat permukaan air menurun di dekat Neuss, Jerman, pada 4 Agustus 2026.

Surutnya Sungai Rhine juga menyingkap benda-benda nan sebelumnya berada di bawah permukaan air. Di Neuss, sebuah perahu nelayan tua nan pernah digunakan pada 1990-an kembali terlihat. Perahu tersebut terakhir kali muncul pada 2022. (REUTERS/Stephane Nitschke)

Sebuah jejak kapal penangkap belut nan bergelimang lumpur teronggok di tepi Sungai Rhine saat permukaan air menurun di dekat Neuss, Jerman, pada 4 Agustus 2026.

Sungai Rhine merupakan jalur pelayaran krusial bagi pengedaran beragam komoditas di Eropa, seperti biji-bijian, mineral, batu bara, dan produk minyak olahan. Rendahnya permukaan air akibat kekeringan berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan pengangkutan barang. (REUTERS/Stephane Nitschke)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News