Rabu 06 Mei 2026 21:03 WIB
JAKARTA - Pengemudi ojek online (Ojol) melintas di area Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Rencana pemerintah memangkas potongan aplikator ojek online menjadi sekitar 8% dinilai tak sepenuhnya tanpa risiko. Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) mengingatkan, kebijakan ini justru berpotensi mendorong kenaikan tarif jasa seperti Gojek dan Grab di tingkat konsumen.
Ketua Umum Idiec, Tesar Sandikapura, menyebut penurunan komisi dari kisaran 20% bakal menekan margin upaya platform secara signifikan. Dalam kondisi tersebut, aplikator kemungkinan mencari langkah menyeimbangkan pendapatan, termasuk lewat penyesuaian tarif.
Meski begitu, sumber pemasukan platform tidak hanya berjuntai pada komisi perjalanan. Ekosistem lain seperti jasa pesan-antar makanan, logistik, hingga finansial turut menjadi penopang, nan bisa meredam akibat dari pemangkasan potongan tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Foto Lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·