Potensi Besar Wisata Halal Dorong Indonesia Perkuat Industri Pariwisata Global

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Potensi Besar Wisata Halal Dorong Indonesia Perkuat Industri Pariwisata Global Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN wisata halal di Indonesia dipandang mempunyai potensi besar untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata nasional seiring meningkatnya kebutuhan visitor Muslim terhadap destinasi, layanan, dan pengalaman perjalanan nan sesuai dengan kebutuhan mereka. Potensi tersebut didukung kekayaan lokasi wisata Indonesia serta kian pentingnya kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan beragam pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem wisata legal berkualitas.

Pengembangan wisata legal juga tak lagi semata-mata dipandang sebagai upaya memenuhi kebutuhan pasar tertentu. Tren dunia menunjukkan wisata legal mulai menjadi bagian krusial dari perkembangan industri pariwisata nan mengedepankan kualitas layanan, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Sejumlah peneliti dan praktisi pariwisata kemudian mendorong penguatan literasi dan referensi mengenai wisata legal melalui publikasi kitab berjudul Pengembangan Wisata Halal. Buku itu diluncurkan pada Sabtu (19/9/2026), di Jakarta.

Peneliti wisata legal sekaligus penulis utama kitab tersebut, Firly Primadona, mengatakan kitab itu disusun tidak hanya sebagai kajian konseptual, tetapi juga menawarkan pedoman aplikatif bagi beragam pihak nan terlibat dalam pengembangan wisata halal.

"Buku ini kami susun tidak hanya sebagai kajian konseptual tapi juga menawarkan pedoman aplikatif dengan angan bakal terwujud sinergi kuat antara kebijakan pemerintah dan komitmen pelaku upaya dalam pengalaman wisata berstandar tinggi," ujar Firly, nan berkawan disapa Dona, saat peluncuran buku.

Menurut dia, pengembangan wisata legal memerlukan keterlibatan beragam pihak agar kebijakan dan penerapan di lapangan dapat melangkah searah. Karena itu, kitab tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat ekosistem wisata legal di Indonesia.

"Melalui pendekatan tersebut kitab ini diharapkan dapat menjadi rujukan para pelaku upaya wisata, pemerintah, kreator kebijakan serta pihak-pihak lain nan terlibat dalam pengembangan wisata legal di Indonesia," katanya.

Dona menjelaskan perubahan karakter visitor Muslim menjadi salah satu aspek nan perlu diperhatikan dalam pengembangan sektor tersebut. Wisatawan semakin mempunyai beragam kebutuhan dan ekspektasi terhadap kualitas jasa serta pengalaman selama berada di suatu destinasi. 

Karena itu, pengembangan wisata legal perlu dibarengi peningkatan kualitas jasa serta pemahaman lebih baik mengenai kebutuhan wisatawan. Sinergi pemerintah dan pelaku upaya juga menjadi aspek krusial untuk memastikan potensi itu dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

"Dengan adanya sinergi nan kuat antara pemerintah, pelaku upaya serta semua nan terlibat dalam wisata halal, diharapkan wisata legal nan ada di Indonesia bakal terus berkembang dan perihal itu tentunya memerlukan seperti kitab nan saya launching hari ini," ujar Dona.

Sementara itu, Chairman Indonesian Halal Life Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengatakan wisata legal sekarang mengalami perkembangan dari nan sebelumnya dipandang sebagai pasar unik alias niche market menjadi bagian krusial dalam industri pariwisata global. Menurut Sapta, perubahan tersebut membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing destinasi serta menghadirkan pengalaman wisata nan lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Saya memandang perkembangan tersebut sebagai kesempatan bagi destinasi untuk memperkuat daya saing sekaligus menghadirkan pengalaman wisata nan lebih inklusif dan berkepanjangan dan isi kitab ini merupakan salah satu jawabannya," kata Sapta.

Sapta menyambut baik publikasi kitab Pengembangan Wisata Halal lantaran pengembangan wisata legal dipandang mempunyai relevansi strategis dengan kebutuhan industri pariwisata nan terus berubah.
Dia menilai kesempatan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan destinasi dalam memahami kebutuhan visitor serta merespons dinamika industri pariwisata global.

"Karena itu pengembangan wisata legal tidak cukup hanya berfokus pada pemenuhan standar, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas jasa dan pengalaman wisatawan," ujar Sapta.

Peluncuran kitab tersebut turut dihadiri penulis lainnya, antara lain Prof Hartoyo, Prof Lilik Noor Yuliati, dan Laily Dwi Arsyianti. Kehadiran para akademisi dan peneliti tersebut memperkuat upaya menghadirkan referensi nan dapat mendukung pengembangan wisata legal Indonesia secara lebih terarah dan aplikatif.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia