Cristiano Ronaldo di EUFA Nation League(ANDY BUCHANAN / AFP)
LANGKAH Portugal di Piala Dunia 2026 tidak melangkah mulus. Pada laga pembuka Grup K, Kamis (18/6) awal hari, Selecao das Quinas harus puas berbagi nomor setelah ditahan 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo nan justru mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka di putaran final Piala Dunia. Perhatian utama pertandingan diwarnai penampilan kurang menggigit Cristiano Ronaldo. Tampil di Piala Dunia keenamnya nan menyamai rekor terbanyak sepanjang sejarah, megabintang berumur 41 tahun itu kandas memberi pengaruh signifikan bagi Portugal.
Portugal sempat membuka asa meraih kemenangan sigap ketika Joao Neves menanduk umpan Pedro Neto untuk membawa timnya unggul pada menit keenam. Gol tersebut membikin Portugal tampak berada di jalur nan tepat untuk mengamankan tiga poin.
Namun kekuasaan penguasaan bola nan dimiliki pasukan Roberto Martinez tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan. Portugal kesulitan menambah gol meski terus mengendalikan permainan.
Kesempatan itu dimanfaatkan Republik Demokratik Kongo. Tepat menjelang turun minum, Yoane Wissa menyambut umpan silang dengan sundulan tajam nan tak bisa dihalau Diogo Costa. Gol itu langsung memicu selebrasi besar pemain dan pendukung Kongo nan memadati stadion.
Gol Wissa tak hanya menyamakan kedudukan tetapi juga tercatat sebagai gol pertama RD Kongo dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Negara Afrika tersebut kembali tampil di arena tertinggi sepak bola bumi setelah terakhir kali berkompetensi pada 1974 saat tetap berjulukan Zaire.
Pada babak kedua, Portugal berupaya meningkatkan tekanan. Namun sejumlah kesempatan kandas berbuah gol.Joao Cancelo sempat membikin publik Portugal berteriak-teriak ketika tendangan salto miliknya bersarang di gawang lawan. Akan tetapi, gol itu dianulir lantaran offside.
RD Kongo juga bukan tanpa ancaman. Penyerang veteran Cedric Bakambu nyaris membawa timnya berbalik unggul setelah melewati kawalan Bruno Fernandes. Sayang, sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Ronaldo baru mendapatkan kesempatan emas pada pertengahan babak kedua setelah menerima umpan Francisco Conceicao. Namun penyelesaian akhirnya jauh dari angan dan bola melenceng dari sasaran.
Beberapa menit kemudian, kombinasi nan sama kembali tercipta. Conceicao lagi-lagi menyodorkan kesempatan matang kepada Ronaldo tetapi sang kapten kembali kandas memanfaatkannya.
Hingga peluit panjang berbunyi, Portugal tak bisa menemukan gol kemenangan. Hasil seri itu menjadi kejutan tersendiri mengingat Portugal datang sebagai unggulan di grup tersebut.
Sebaliknya, RD Kongo layak berbangga. Di tengah persiapan nan sempat terganggu oleh merebaknya pandemi Ebola di negara mereka, tim berjuluk Leopards bisa menunjukkan daya juang tinggi dan mencuri satu poin berbobot dari salah satu kekuatan besar Eropa. Sementara itu, Portugal tetap kudu bekerja keras pada laga-laga berikutnya jika mau mengamankan tiket ke fase gugur. Ronaldo pun dituntut segera menemukan sentuhan terbaiknya setelah kandas mengikuti jejak rival lamanya, Lionel Messi, nan sehari sebelumnya mencuri perhatian lewat hattrick untuk Argentina. (AFP/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·