Pembiayaan produktif BI menjadi salah satu berita terkenal kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (25/7). Selain itu, ekspansi Stasiun Bekasi. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:
BI: Pembiayaan Harus Berdampak ke Pelaku Usaha hingga Petani
Bank Indonesia (BI) mendorong transformasi pembiayaan nasional agar lebih berorientasi pada sektor produktif demi menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan pentingnya akibat kebijakan pembiayaan nan dapat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga pedagang, petani, pengrajin, dan wirausaha muda di beragam daerah.
Penguatan ini didukung bauran kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM), serta ekspansi digitalisasi pembayaran melalui QRIS, BI-FAST, dan SNAP.
Kinerja angsuran perbankan menunjukkan perbaikan signifikan, dengan pertumbuhan 12,67 persen secara tahunan (yoy) hingga Juni 2026, meningkat dari 11,51 persen yoy pada Mei.
Pertumbuhan ini didorong lonjakan angsuran korporasi sebesar 24,90 persen yoy. BI memproyeksikan pertumbuhan angsuran 2026 tetap di kisaran 8-12 persen, didukung akomodasi pinjaman belum dimanfaatkan (undisbursed loan) sebesar Rp 2.490 triliun alias setara 21,52 persen dari total plafon.
Dari sisi pendanaan, ruang ekspansi angsuran tetap terbuka seiring pertumbuhan biaya pihak ketiga (DPK) nan mencapai 10,21 persen yoy. Pemerintah melalui Kementerian UMKM memperluas akses pembiayaan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pembentukan holding UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memperkuat ekosistem pembiayaan inklusif.
Stasiun Bekasi Bakal Diperluas, Terhubung Kawasan Summarecon-LRT Jabodebek
PT Summarecon Agung Tbk memulai pembangunan Ekstensi Stasiun Bekasi, menandai bagian dari pengembangan area Transit Oriented Development (TOD) di Bekasi. Proyek ini bakal dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas gedung mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai ini bakal dilengkapi dengan koridor penghubung dan sky bridge untuk memfasilitasi mobilitas penumpang.
Pengembangan area ini tidak hanya konsentrasi pada ekspansi stasiun, tetapi juga bakal dilanjutkan dengan pembangunan jalur transportasi massal sepanjang sekitar 5 kilometer (km). Jalur ini dirancang untuk menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, area Summarecon Bekasi, area TOD, hingga Stasiun LRT Jabodebek.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti bahwa pembangunan ini bakal mendukung mobilitas dan pengembangan area berbasis transit.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menyatakan bahwa Stasiun Bekasi Ekstensi ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi massal dan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi nan sudah ada.
Ekstensi ini bakal melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara stasiun lama bakal konsentrasi melayani masyarakat dari arah utara dan timur. Sebelumnya, Summarecon juga telah berkontribusi pada prasarana kota dengan membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang sekitar satu kilometer, guna meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan lampau lintas.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·