Jakarta -
Prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), berjulukan Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF) diduga meninggal secara tak wajar. TNI AU mengusut kasus tersebut.
"Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan kekerasan nan dialami Serda AMF untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta-fakta nan berangkaian dengan kejadian tersebut," demikian keterangan TNI AU lewat akun IG @militer.udara, Jumat (11/9/2026).
TNI AU menyampaikan dukacita nan mendalam atas meninggalnya Serda AMF pada Kamis (10/9). TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada family almarhum Serda AMF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan nan Maha Esa dan family nan ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ungkapnya.
TNI AU memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku. Pihak nan dinyatakan bersalah bakal diberi sanksi.
"Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti nan diperlukan. Pemeriksaan terhadap sejumlah personel tetap berlangsung," katanya.
Prajurit TNI AU Meninggal Tak Wajar
Prajurit TNI AU, Serda Ahmad Muzammul Farisa, diduga meninggal secara tak wajar. Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan anaknya mengalami luka di wajah dan dada.
"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," kata Toni dilansir detikJatim, Jumat (11/9).
Dia mengetahui kondisi jasad anak pertamanya itu melalui kiriman file foto. Jenazah Serda Ahmad tiba di rumah duka pada awal hari tadi lantaran lebih dulu diautopsi di Jakarta.
Toni mengatakan putranya diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan nan dilakukan oleh seniornya sekitar 4 orang saat di pondok pada Kamis (10/9) pagi sekitar pukul 03.00 WIB. Toni sempat mendapat berita simpang siur soal penyebab tewas anaknya.
"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal bumi lantaran kecelakaan. Tapi ada kawan lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," ucap Toni.
(jbr/dhn)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·