Polisi Wonogiri yang Kirim Foto Cabul ke Anak Atasannya Terancam Dipecat

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock

Bripka E (37), personil Polres Wonogiri, Jateng, nan mengirim foto cabul kepada anak atasannya sesama polisi terancam dipecat. Anak pemimpin itu adalah gadis berumur 19 tahun.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, Bripka E bakal segera disidang kode etik untuk menentukan statusnya sebagai personil Polri setelah kasus ini terungkap.

"Ancaman dan tuntutan bisa sampai PTDH [dipecat]. Akan dilihat kelak dari proses sidangnya," ujar Wahyu saat dihubungi kumparan, Selasa (21/7).

Selain kode etik, Wahyu memastikan Bripka E juga bakal diproses pidana dalam kasus kekerasan seksual ini.

"Kami juga bakal proses pidananya," tegas Wahyu.

Bripka E dikenal sebagai penceramah di aktivitas pengajian, pendiri dan pengasuh ponpes di Wonogiri dan mempunyai banyak santri dari luar kota. Pada tahun 2025, seorang santrinya tewas lantaran perundungan dan kasusnya sempat menjadi rumor nasional.

instagram embed

Sanksi Administratif

Kasi Propam Polres Wonogiri AKP Anas Abdillah menjelaskan, Bripka E sebelumnya pernah dikenai hukuman administratif atas kasus bullying yang membikin seorang santri meninggal dunia. Bripka E merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut.

“Dulu sudah pernah ada (sanksi) waktu dia sebagai pengasuh pondok pesantren itu pernah sempat ada santri nan meninggal bumi lantaran bullying. Tapi untuk nan pertama itu kan istilahnya dia bukan sebagai pelaku," jelas dia.

Dalam kasus itu, hukuman diberikan lantaran Bripka E dinilai bertanggung jawab sebagai ketua pondok pesantren.

“Dia dikenakan hukuman sebagai ketua ponpes nan bertanggung jawab terhadap anak didiknya. Sanksi administratif," kata Anas.

kumparan post embed

Kasus Pencabulan

Sedangkan mengenai kirim foto cabul pada anak atasannya, kasus ini dilaporkan oleh orang tua korban ke polisi pada Jumat (17/7).

Korban dan pelaku sebelumnya sudah saling mengenal dan berkomunikasi. Pelaku nan sering diundang mengisi pengajian ini sering memberikan nasehat kepada korban.

Namun rupanya kepercayaan itu justru dimanfaatkan, pelaku justru mengirimkan foto kemaluannya kepada korban melalui aplikasi perpesanan. Ia juga membujuk korban melakukan video call nan menjurus ke hal-hal mesum.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan