Jakarta - Polisi tetap mendalami kasus kebakaran rumah milik personil Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh di Tanjung Barat, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi mengamankan cairan nan diduga menjadi penyebab kebakaran hingga menewaskan Haerul Saleh.
"Telah dilakukan olah TKP penyelidik berbareng inafis serta Puslabfor Mabes Polri, dari oleh TKP ditemukan barang-barang nan diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran. (barang bukti) cairan," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo saat dihubungi, Senin (11/5/2026).
Joko mengatakan, cairan tersebut tetap diteliti pusat laboratorium forensik (puslabfor) Polri. Polisi tetap melakukan pendalaman kasus kebakaran tersebut.
"Saat ini peralatan temuan dibawa puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan. Tentunya kita tetap menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor," ujarnya.
Peristiwa kebakaran terjadi ada Jumat (8/5) pukul 07.53 WIB. Haerul Saleh meninggal dalam kejadian kebakaran tersebut. Kebakaran diduga berasal dari cairan kimiawi mudah terbakar.
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 48 personel dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman sudah dilakukan sejak pukul 08.07 WIB dan operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 08.49 WIB.
Sat kejadian Haerul Saleh berbareng tiga orang tenaga kerja berada di lantai empat rumahnya dan tengah melakukan bersih-bersih dan pembaharuan rumah. Setelah kejadian, jenazah Haerul Saleh sempat dibawa ke Rumah Sakit Pasar Minggu.
Seorang saksi nan merupakan penjaga rumah berjulukan Arpen menyebut Haerul sempat berteriak dari lantai atas rumah. Arpen mengatakan Haerul teriak kebakaran saat itu.
"Bapak teriak, teriak kebakaran," kata Arpen di lokasi.
Saat itu Arpen sedang berada di letak kemudian panik. Dia memberi tahu penduduk dan menelpon pemadam kebakaran.
"Kita naik lagi sama ngasih tahu penduduk sini langsung telpon damkar," jelas dia.
Arpen sempat berupaya naik ke lantai atas untuk memastikan tidak ada orang. Namun dia menyebut Haerul tetap di dalam saat kebakaran.
"Kita naik ke atas, rupanya bapak tetap di dalam," imbuh dia.
(wnv/mea)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·