Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Dua Pelajar SMP di Cianjur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Polres Cianjur lakukan penyelidikan dua pelajar korban penganiayaan.

, CIANJUR, – Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, tengah menyelidiki laporan penganiayaan terhadap dua pelajar SMP nan dilakukan oleh sejumlah remaja. Insiden ini mengakibatkan korban mengalami luka memar di sekujur tubuh dan video kejadian tersebut telah viral di media sosial.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Fajri Amelia Putra menyatakan pada Jumat bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Saat ini, polisi sedang mendalami kasus tersebut dan mengidentifikasi para pelaku sebelum melakukan penangkapan. Langkah ini bermaksud untuk mengungkap motif di kembali penganiayaan nan disaksikan oleh sejumlah siswa sekolah dasar.

"Korban sudah membikin laporan resmi mengenai penganiayaan nan dilakukan sejumlah remaja terhadap dirinya. Korban mengalami luka memar dan mengeluhkan pusing setelah mendapat perlakuan tersebut," kata Fajri.

Sementara itu, orang tua korban menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban MR dan AS mendapat telepon dari temannya untuk menjemput saudaranya di belakang sebuah klinik di Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur. Namun, setibanya di lokasi, mereka langsung ditantang berantem oleh para pelaku. Meski menolak, kedua korban tetap dikeroyok dan dipukul di bagian kepala serta tubuh.

"Anak saya datang dengan niat menjemput saudaranya, namun tiba di letak ditantang berkelahi. Dia menolak, namun malah diserang dan mendapat beragam pukulan di sekujur tubuhnya termasuk di bagian kepala," jelas Erni Yuniarsi, ibu salah satu korban.

Setelah kejadian tersebut, para pelaku nan sebagian besar adalah siswa SMA, melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada orang tua mereka, nan selanjutnya membikin laporan ke Polres Cianjur. Ibu korban berambisi agar pelaku segera diproses norma lantaran anaknya tetap mengeluh pusing akibat pukulan di kepala.

Video penganiayaan nan menunjukkan para pelaku mencekik dan memukul korban, disaksikan oleh siswa SD nan baru bercempera sekolah, sekarang telah menyebar luas di media sosial.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional