Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Loker di Jakut

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Polisi Selidiki Dugaan Penipuan Loker di Jakut Ilustrasi: Para pencari kerja berdempetan saat memilih lowongan sejumlah perusahaan di Job Fest 2025(MI/Usman Iskandar)

UNIT Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, tengah mendalami kasus dugaan penipuan berkedok lowongan pekerjaan (loker) nan beraksi di sebuah ruko di Jalan Gading Indah Raya, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading.

Kasus ini mencuat dan menjadi perhatian publik setelah rekaman video berisi narasi dugaan penipuan tersebut menyebar secara luas di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading, Iptu Rizki Ardiza Prawira, menegaskan bahwa personel kepolisian telah bergerak sigap mendatangi letak nan dijadikan ruko wawancara antara pihak pemberi kerja dan para pencari kerja.

“Kami telah melakukan cek tempat kejadian perkara setelah dugaan tindakan penipuan tersebut menyebar secara luas di media sosial,” kata Rizki Ardiza Prawira di Jakarta, Kamis (10/9).

Modus Buka Rekening

Berdasarkan narasi video nan beredar, modus operandi pelaku dilakukan dengan mengiming-imingi pelamar bahwa mereka telah resmi diterima bekerja. Namun, pemberi kerja memberikan syarat absolut berupa pembukaan rekening Prakerja dengan setoran saldo awal sebesar Rp2 juta.

Pihak pemberi kerja diduga menekan para pelamar agar segera memenuhi pengisian saldo tersebut, termasuk meminta support pinjaman kepada family maupun rekan sejawat agar dapat mulai bekerja.

Guna mengusut tuntas dugaan praktik curang ini, pihak kepolisian terus berupaya menghubungi pengunggah video serta mendata korban nan dirugikan.

"Informasinya ada beberapa orang nan diduga menjadi korban. Kami bakal dalami kasus ini," tegas Rizki.

Penyidik Reskrim Polsek Kelapa Gading dijadwalkan kembali menyambangi letak instansi ruko guna mengumpulkan keterangan lanjutan, baik dari pihak pengelola/pemberi kerja maupun dari para pelamar kerja.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat nan merasa menjadi korban modus lowongan kerja fiktif tersebut untuk segera membikin laporan polisi resmi guna mempermudah proses penindakan hukum.

"Kami juga mengarahkan korban untuk membikin laporan kepolisian. Kami terus mencoba menghubungi korban dan dalam waktu dekat bakal memberikan keterangan mengenai kasus tersebut," pungkas Rizki.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia