Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Molotov ke Pos Lantas di Surabaya

Sedang Trending 56 menit yang lalu
Kondisi usai diduga pelemparan peledak molotov ke Pos Polisi Lalu Lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Pos polisi lampau lintas A. Yani Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya, diduga dilempar peledak molotov, Sabtu (15/8) malam. Dugaan lemparan molotov itu dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

Selain di pos polisi lampau lintas A. Yani Margorejo juga terjadi dugaan peristiwa lain di pos lantas Bundaran Waru. Pos tersebut dipasang garis polisi di bagian ruangan dalam. Posisinya berada di dekat layar pemantau kamera CCTV nan tetap menyala.

Garis polisi itu nampak diikat di antara tembok dengan bangku sofa berwarna coklat. Nampak belasan personil Brimob berseragam serta petugas kepolisian berpakaian bebas tetap berjaga di sekitar lokasi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan adanya kejadian di dua letak tersebut.

"Kami membenarkan bahwa ada kejadian nan terjadi di dua tempat, dua lokasi, ialah di Cito (Pos Lantas Bundaran Waru) maupun Margorejo, ya. Namun, tidak ada kejadian nan mengakibatkan kerusakan nan besar," ujar Jules saat ditemui di Pos Lantas Bundaran Waru, Surabaya, Minggu (16/8).

Ia menyampaikan bahwa pihaknya tetap melakukan penyelidikan mengenai dengan peristiwa tersebut.

"Dalam artian saat ini juga petugas kami dari Polrestabes Surabaya tetap mengumpulkan bukti-bukti, kemudian mencari kronologis kejadiannya seperti apa, serta penyebab dari kejadian itu seperti apa saat ini tetap dilakukan pendalaman," ucapnya.

Terkait dengan dugaan molotov nan dilemparkan ke pos polisi, Jules belum bisa memastikannya.

"Terkait juga ada info mengenai barang nan diduga dilempar, mengenai dengan perlu saya sampaikan bahwa saat ini juga interogator dari Polrestabes Surabaya tetap melakukan penyelidikan mengenai jenis barang maupun penyebab dari kejadian itu sendiri, sehingga belum dapat kami pastikan jenis bendanya seperti apa maupun penyebabnya seperti apa," kata dia.

Kemudian, kata dia, mengenai garis polisi di Pos Lantas Bundaran Waru juga belum mengetahui penyebabnya.

"Kalau sejauh ini tidak ada kerusakan nan cukup berarti, ya, mengenai dengan peristiwa nan baru saja terjadi. Namun kami tetap melakukan upaya untuk mencari penyebab maupun gangguan kamtibmas nan timbul pada malam hari ini," ujarnya.

Selanjutnya, soal korban dalam dua peristiwa tersebut juga belum bisa dipastikan.

"Sejauh ini kelak kami pastikan apakah ada korban alias memang hanya berupa kerugian ringan nan terjadi di pos kami," kata Jules.

Masyarakat Diimbau Jaga Kondusivitas

Ruang dalam Pos Lantas Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dipasang garis polisi, Minggu (16/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Jules mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kondusivitas serta menjaga keamanan Kota Surabaya.

"Ya, imbauan kepada masyarakat perlu kami sampaikan bahwa sampai dengan malam hari ini alias nyaris subuh, dapat saya sampaikan bahwa situasi kamtibmas di Jawa Timur kami pastikan tetap dalam keadaan aman, kondusif, dan kami sudah memperkuat, melakukan penebalan," ujar dia.

"Kami juga turunkan beberapa personel kami di tempat-tempat nan diduga rawan terjadi gangguan kriminalitas, termasuk kami tingkatkan patroli," tambahnya.

Saat ini, abdi negara kepolisian juga berupaya untuk menjaga kondusivitas dan keamanan pasca kejadian itu.

"Jadi mengenai juga adanya bilamana rekan-rekan ataupun masyarakat menjumpai ada hal-hal nan mencurigakan dapat segera menginformasikan kepada kami di call center 110. Ini 24 jam dan bebas pulsa tentunya," katanya.

"Silakan dilaporkan dan dapat juga melaporkan selain di call center 110, bisa melaporkan di Polsek, Polres, maupun kepolisian terdekat," lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan