Polisi Selidiki DC Pinjol di Sleman yang Jebak Ambulans Jemput Nasabah dari Kos

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi ambulans. Foto: Shutterstock

Polisi merespons kasus ambulans di Kabupaten Sleman nan dijebak debt collector (DC) pinjaman online (pinjol) untuk menjemput pengguna dari kos dibawa ke rumah sakit. Mereka bakal menyelidiki kasus tersebut.

"Sudah diketahui dan sudah diproses," kata Kasi Humas Polres Sleman Iptu Argo Anggoro kepada kumparan, Kamis (23/4).

Argo belum dapat berkomentar banyak soal kasus itu. Saat ini polisi tetap melakukan penyelidikan.

Sekilas Kasus

Awalnya ambulans ditelepon untuk diminta menjemput pasien di salah satu kos di Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (22/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

"Pasiennya (DC pinjol berpura-pura) itu ngomong emergency suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata admin Ambulans Mer-C Yogya, Aziz Apri Nugroho, melalui sambungan telepon.

Ambulans nan dikemudikan pengemudi berjulukan Muklis langsung menuju ke indekos nan dimaksud.

"Ya memang niatnya ming nulungi ibarate nek kami kan meng ambulans menginfak saja (cuma membantu, ibaratnya kami itu hanya ambulans infak saja). Monggo nggak dikasih, cuma-cuma ya nggak apa-apa," katanya.

Setibanya di sana, orang nan dimaksud rupanya sudah beranjak kos sejak beberapa tahun lalu. Hal ini menandakan sesuatu nan tidak beres.

"(Nama nan dimaksud) sudah pindah tiga tahun nan lalu," katanya.

Pihak ambulans kemudian menelepon nomor nan menghubungi awal. Dari situ penelpon mengaku dari salah satu DC pinjol.

Dalam video nan dibagikan Aziz, saat berkomunikasi melalui telepon pihak DC pinjol apalagi menyuruh ambulans untuk bicara kepada pengguna nan dimaksud agar segera bayar pinjol.

"Ngasih keterangan seperti itu (mengaku dari pinjol)," katanya.

Berdasarkan info nan Aziz terima hari ini juga ada damkar nan mengalami kejadian serupa.

"Kalau tidak salah laporannya soal adanya ular," katanya.

Sudah 3 Kali Terjadi

Aziz belum memutuskan apakah bakal melaporkan peristiwa ini ke kepolisian alias tidak. Namun, harapannya dengan dia bercerita peristiwa nan pihaknya alami, abdi negara bisa bertindak.

Terlebih, ambulansnya sudah mengalami peristiwa seperti ini untuk ketiga kalinya.

"Empat tahunan nan lampau itu saya kena order antar jenazah di Condongcatur. Itu rupanya orangnya nggak ada," katanya.

Peristiwa kedua terjadi sekitar dua tahun nan lalu. Aziz tak lenyap pikir ada pihak-pihak nan tega memanfaatkan ambulans untuk perihal seperti ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan