Polisi Periksa Majikan 2 PRT yang Loncat dari Lantai 4 Kos di Benhil

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Tampak gedung indekos TKP dua PRT nan melompat dari lantai 4 di area Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Polisi memeriksa majikan dari dua wanita pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30 tahun) dan D (18 tahun) nan melompat dari kos lantai 4 di Jalan Bendungan Walahar Buntu, Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Iya benar, diperiksa di Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4).

Meski demikian, penanganan kasus ini secara keseluruhan tetap ditangani oleh Polsek Tanah Abang. Namun Roby mengatakan ada kemungkinan penanganan tersebut diambil alih oleh Polda Metro Jaya.

“Sekarang tetap di Polsek, kelak kemungkinan ditarik Polda,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi belum merinci argumen kedua PRT tersebut melompat. Namun, berasas info sementara, polisi menduga alasannya lantaran kedua PRT tersebut mau kabur karena merasa tidak betah.

“Kalau untuk info sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby, Kamis (23/4).

Roby mengatakan rasa tidak nyaman tersebut lantaran tidak nyaman dengan perilaku sang majikan. Namun kebenaran info ini tetap diselidiki oleh polisi.

“Ada saksi nan lain nan ngomongin bahwa mereka itu enggak nyaman lantaran majikannya sadis gitu katanya,” ucap Roby.

Sementara itu, R sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Kemudian D meninggal bumi di rumah sakit tak lama dari peristiwa ini terjadi.

Belum Lama Bekerja di Majikan

Kedua PRT tersebut diketahui baru bekerja di kos tersebut. R baru bekerja selama seminggu, sementara D baru bekerja selama 3 bulan.

Berdasarkan keterangan penduduk sekitar, ketika R dan D ditemui tergeletak usai melompat, ditemui sejumlah tas di sekitarnya. Di dalamnya didapati sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.

“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu alias apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).

Adapun rumah kos tempat mereka bekerja merupakan gedung empat lantai. Lantai atas diperuntukkan majikan dan PRT. Dari lantai empat inilah, kedua PRT melompat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan