Polisi telah mengidentifikasi beberapa orang tua dari 11 bayi nan ditemukan di rumah orang tua seorang perawat berinisial ORP di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman.
Sejauh ini, sudah enam orang tua bayi diperiksa polisi.
"Ibunya (bayi) nan sudah kita mintai keterangan alias klarifikasi, enam ibu," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Senin (11/5).
Dari keterangan para orang tua tersebut, mereka menitipkan bayinya lantaran beragam alasan. Salah satunya lantaran sibuk hingga belum berstatus menikah.
"Orang tuanya (alasannya) lantaran mempunyai kesibukan ataupun mempunyai status nan mungkin tetap belum menikah, makanya sementara dititipkan. Tapi mereka rata-rata berdasar lantaran kesibukan dan bakal mengambil kembali (bayinya)," katanya.
Orang tua bayi tersebut ada nan berasal dari Yogyakarta maupun luar Yogyakarta.
"Ada nan kerja, ada nan mahasiswi," katanya.
Anak di Luar Nikah
Menurut Wiwit, 11 bayi nan dievakuasi pada Jumat (8/5) lampau merupakan hasil hubungan di luar pernikahan.
"Dan status orang tua saat ini, kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi nan ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum mempunyai status menikah alias belum kawin. Sehingga ya, kami tentunya kelak dalam pengambilan nan kami sampaikan tadi perlunya asistensi, itulah kehati-hatian kami untuk memberikan pengasuhan kembali kepada orang tuanya," kata Wiwit.
Bayi-bayi ini dibantu persalinannya oleh perawat berinisial ORP nan membuka praktik di Kapanewon Gamping, Sleman. Karena di sana sedang ada hajatan, selama sepekan terakhir bayi-bayi ini dirawat di Pakem.
Di Pakem, bayi-bayi itu dirawat oleh ibu ORP nan berinisial K berbareng suaminya nan berinisial S dan seorang pembantu.
Para orang tua ini bayar Rp50 ribu per hari kepada perawat ORP. Polisi tetap menelusuri ada tidaknya tindak pidana dalam kasus ini. ORP diketahui hanya mempunyai izin praktik bidan, bukan izin penitipan anak.
"Membayar, satu harinya Rp 50 ribu untuk satu anaknya. Itu nan tentunya Rp 50 ribu dari anak-anak ini, kebutuhannya kan lumayan. Ya, kita belum tahu apakah dengan Rp 50 ribu itu mencukupi alias enggak," katanya.
Wiwit mengatakan status norma dalam kasus ini tetap dalam tahap penyelidikan.
"Jadi tetap lidik, sifatnya tetap penjelasan terhadap mereka dan pendalaman-pendalaman saksi-saksi, baik di TKP ataupun nan berkepentingan nan merawat ataupun dengan perawat juga," kata Wiwit.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·