Polda Metro Jaya mengungkap Saepullah (26), tersangka pembunuhan dan mutilasi di Depok, mengenal korban, Kunaefi (51), dari sebuah aplikasi kencan unik laki-laki penyuka sesama jenis alias gay. Dari situ, Saepullah sudah mengincar motor korban.
"Adapun fakta-fakta baru nan mengenai motif, kami bisa simpulkan bahwa pelaku ini adalah orang nan pertama kali memulai mencari korban, ialah menggunakan aplikasi Hornet, kemudian dia beriktikad untuk mengambil peralatan dari target," kata Kanit 1 Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra saat konvensi pers, Selasa (11/8).
Dari hasil investigasi digital forensik, pelaku nan pertama kali menghubungi korban. Keduanya sepakat berjumpa di hari nan sama saat peristiwa pembunuhan terjadi pada 23 Juli 2026.
"Dia rencana awalnya itu untuk beriktikad mencari alias mencuri, dengan langkah melakukan patroli siber melalui aplikasi nan tadi saya sebutkan. Kemudian dapat lah korban sebagai target," jelas Dimitri.
Saat korban tiba di lokasi, timbul niat pelaku untuk melakukan pembunuhan berencana. Polisi menyebut pelaku sudah lama aktif di aplikasi tersebut untuk mencari sasaran.
"Sudah lama (aktif)," jawab Dimitri.
Polisi juga menduga pelaku mengiming-imingi agar korban mau datang. "Ya pelaku melakukan iming-iming kan kami duga ada disorientasi seksual dari si pelaku sendiri,"ujarnya.
Saepullah sekarang ditahan di Polda Metro Jaya. Polisi mengimbau masyarakat nan pernah menjadi korban dari Saepullah agar melapor ke hotline Subdit Resmob PMJ di 110.
Kasus ini terungkap dari penemuan sebagian potongan tubuh Kunaefi oleh penduduk di sebuah lapangan area Pancoran Mas, Depok pada 4 Agustus 2026. Saat itu, tubuh Kunaefi terbungkus karung dan dikira sampah hingga sempat dibakar.
Rupanya, Kunaefi terakhir terdeteksi berbareng Saepullah. Ia pun ditangkap di Pandeglang, Banten dan mengakui perbuatannya.
Polisi mengatakan, Saepullah mau mengusai motor milik korban dan sudah merencanakan aksinya. Kini, bagian kaki Kunaefi tetap dicari.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·