Polri telah melakukan penggeledahan di sejumlah wilayah di Cipete, Jakarta Selatan (Jaksel) hingga Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar), mengenai dugaan kasus korupsi batu bara di PLN, ASABRI, dan utang Krakatau Steel. Polisi menyita beragam peralatan bukti mulai dari emas batangan hingga uang.
Barang bukti itu ditampilkan dalam konvensi pers di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026). Tampak emas batangan hingga gepokan duit mulai dari rupiah, dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura dipamerkan di ruang konvensi pers.
Ada juga beberapa kontainer plastik hingga komputer. Ada juga peralatan bukti nan ditutup dengan selimut salah satu klub bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, Kortas Polri sedang melaksanakan dengan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian duit pada proses penanganan norma terhadap perkara PLN BB, kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025," kata Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, Rabu (8/7).
Barang bukti hasil penggeledahan polisi mengenai 3 kasus korupsi (Wildan/detikcom)
Berikut hasil penggeledahan di beragam letak berasas keterangan dari Kortas Tipikor Polri.
Hasil Penggeledahan di de'Clan Cipete
1. Dokumen
2. Handphone
3. SGD 3.130.000 dalam corak 100 SGD
4. USD 889.965
5. Rp 259.159.000
Polisi kemudian mengkonversi seluruh duit tunai tersebut dalam corak rupiah, total Rp 60 miliar.
Hasil Penggeledahan di Money Changer Cipete
1. 71 item peralatan bukti
2. 16 duit asing, dikonversi ke rupiah total sekitar Rp 7,2 miliar
Hasil Penggeledahan di Rumah Mewah Sentul
1. 74 kg emas batangan
2. USD 4.767.300
3. SGD 14.083.800
4. Rp 100.000.000
5. Dokumen
6. Handphone
7. Sejumlah foto family nan diduga pemilik rumah dan brankas
Polisi kemudian mengkonversi seluruh duit tunai tersebut dalam corak rupiah, total senilai Rp 476 miliar.
Barang bukti hasil penggeledahan polisi mengenai 3 kasus korupsi (Wildan/detikcom)
Atensi Presiden
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses investigasi di dalam mencari, mengumpulkan peralatan bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).
Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara di PLN nan memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi nan diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.
"Dari Kortas Tipikor berbareng Polda Metro Jaya dalam melakukan investigasi dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa letak saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di letak sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.
(wnv/haf)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·