Polisi memastikan ledakan nan terjadi di perumahan Grand Polonia Medan diakibatkan adanya gas metana nan bocor. Titik kebocoran pipa gas tersebut sekarang telah ditemukan.
"Memastikan bahwa di tempat tersebut itu kandungan gas metana. Terjadinya ledakan lantaran kebocoran gas, bukan lantaran penyebab lainnya," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui di Polsek Sunggal, Sabtu (1/8).
Calvijn mengatakan, pencarian titik kebocoran ini menyantap waktu lantaran petugas kudu berhati-hati mencegah gedung rumah ambruk.
"Kita gali di bagian bawahnya lebih kurang tiga sampai empat hari. Di situ nan memerlukan proses nan agak lama. Karena kami berhati-hati dengan langkah menggali dengan melibatkan mahir bangunan gedung dengan tukang nan profesional," kata Calvijn.
"Puji Tuhan, kemarin kita sudah menemukan titiknya (kebocoran pipa gas)," sambung Calvijn.
Namun, Calvijn belum merincikan letak titik kebocoran pipa gas tersebut. Ia bakal menyampaikan kronologis lengkapnya pada konvensi pers dalam waktu dekat.
"Untuk mengenai dengan posisi, lokasi, titik dan lain-lainnya minta bersabar. Nanti bakal saya sampaikan di kesempatan selanjutnya. Mudah-mudahan tidak lama lagi, kami bakal menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi gimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi dan setelah ledakan," ujar Calvijn.
36 Saksi Diperiksa
Calvijn menuturkan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 36 saksi mengenai ledakan tersebut. Di antaranya, saksi dari klaster lingkungan perumahan, pemilik rumah hingga pihak eksternal, termasuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
"Pertama, ada klaster lingkungan perumahan itu sendiri. Beberapa orang nan saya sebutkan terdahulu, ada dari Kepala Lingkungan, penduduk dan seterusnya. Kemudian, klaster dari pemilik rumah itu sendiri, ya Puji Tuhan kita sudah memeriksa walaupun minta maaf situasi berkabung dengan beberapa ART nan ada," ucap Calvijn.
"Kemudian, klaster eksternal lainnya. Eksternal ini, mau memastikan dari nan bertanggung jawab dari proses rumah ini berdiri dan seterusnya. Kemudian klaster eksternal lainnya dari pihak PGN dan lain-lain, termasuk dari pihak kepolisian kita juga ada dimintai keterangan," lanjut Calvijn.
Namun, Calvijn mengatakan jumlah saksi kemungkinan bakal terus bertambah.
Sebelumnya, ledakan terjadi di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Terdapat tujuh korban nan terkena dampak, di antaranya empat korban selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·