Jakarta, CNN Indonesia --
Polisi tetap menyelidiki insiden kecelakaan maut antara antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Penyelidikan itu juga mengenai info nan menyebut ada jarak waktu 30 menit antara kejadian taksi listrik Grenn SM tertemper KRL dengan tabrakan antara KRL dengan Kereta Argo Bromo Anggrek.
"Waktu 30 menit ini tetap didalami oleh Puslabfor, termasuk dari perkeretaapian," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Budi, pihaknya telah meminta keterangan Kapusdal Daop 1 tentang gimana operasional perkeretaapian di hari kejadian. Pemeriksaan ini untuk mendalami soal runutan kejadian nahas tersebut.
"Mulai dari awal kejadian sampai dengan terjadi temper antara kereta api listrik dengan taksi online. Setelah itu ada kereta listrik nan mengantre lantaran ada terjadi kecelakaan, nan ditemper kembali oleh kereta Argo Bromo Anggrek," ucap dia.
Budi menyebut pihaknya juga mendalami soal early warning system alias sistem peringatan awal hingga voice logger dalam kejadian nahas tersebut dari pihak KAI.
Sebagai informasi, voice logger adalah sistem perekaman bunyi digital untuk mencatat seluruh komunikasi antara petugas operasional, masinis, dan pusat kendali (Pusdalops) secara real time.
"Ini tetap didalami apakah mengenai tentang early warning system ataupun voice logger ataupun info nan disampaikan dari pengawas dari menara kepada kereta api Argo Bromo sudah mendapat info belum andaikan ada di depan kereta api nan sedang mengalami kecelakaan dan berhenti. Ada dua kereta api, nan satu mengalami kecelakaan dan satu berhenti. Ini tetap dalam pendalaman," tutur Budi.
Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga tetap mendalami soal sinyal nan mengatur perjalanan kereta. Sebab, ada saksi nan menyebut bahwa saat kejadian sudah ada sinyal hijau kepada KA Argo Bromo Anggrek untuk melanjutkan perjalanan.
"Ini juga tetap didalami tentang sinyal hijau. Saksi memberikan sinyal hijau kepada kereta api Argo Bromo Anggrek nomor 4B nan melintas di wilayah Tambun. Nah, ini juga tetap dilakukan pendalaman oleh Puslabfor, penyidik, serta KNKT," katanya.
Kecelakaan nan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal bumi dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Insiden itu dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian dihantam oleh KRL nan melintas.
Imbas dari kecelakaan pertama, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berakhir darurat di Stasiun Bekasi Timur.
Dalam posisi berakhir tersebut, rangkaian KRL justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek hingga menyebabkan gerbong belakang unik wanita ringsek dan merenggut belasan nyawa.
(dis/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·