Jakarta, CNN Indonesia --
Polri turun tangan membantu proses pengamanan dua penduduk negara Indonesia (WNI) nan diduga disekap di Kota Myawaddy, Myanmar. Kedua WNI itu diketahui bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam).
"Sudah (monitor), lagi kami upayakan beragam langkah untuk nan bersangkutan, nan berkepentingan operator scamming online," kata Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko saat dikonfirmasi, Minggu (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Untung, Polri terus berkoordinasi dengan para pihak mengenai untuk proses penyelematan terhadap kedua WNI tersebut.
Terlebih mengingat keduanya disekap di wilayah Myawaddy. Diketahui, Myawaddy adalah wilayah perbatasan Myanmar dengan Thailand nan menjadi area bentrok bersenjata antara junta militer dan golongan pemberontak.
Wilayah tersebut juga merupakan area nan sangat rawan dan susah diakses pemerintah, serta sering menjadi letak penyekapan WNI korban penipuan kerja.
"Polisi Myanmar mereka juga enggak berani masuk lantaran diduga disekap di wilayah pemberontak," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video beredar luas di media sosial memperlihatkan dua wanita WNI dalam kondisi diborgol dan mengaku sedang disekap di Myanmar. Mereka berkirim video minta support agar bisa dipulangkan.
Satu dari dua wanita muda itu diketahui berjulukan Ayu, penduduk Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat memverifikasi bahwa salah satu sosok dalam video adalah Ayu, penduduk Kabupaten Agam Sumatera Barat.
"Setelah video viral itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, mulai dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam hingga Polda Sumbar. Dari hasil koordinasi, memang betul bahwa Ayu merupakan penduduk Agam," kata Kepala BP3MI Sumbar Jupriyadi kepada wartawan, Kamis (16/7).
Ayu diduga berangkat ke luar negeri secara nonprosedural alias tidak melalui jalur resmi. Karenanya,, BP3MI tidak mempunyai info keberangkatannya.
"Kalau PMI (Pekerja Migran Indonesia) berangkat secara tidak resmi, kami memang tidak mempunyai datanya. Biasanya, kami baru mengetahui ketika sudah muncul persoalan (seperti ini)," katanya Jupriyadi.
Jupriyadi menduga pekerjaan nan dijalani Ayu dan temannya berangkaian dengan praktik penipuan daring alias scamming.
"Kalau wilayah-wilayah Myanmar seperti itu, biasanya pekerjaan nan ada berangkaian dengan scam alias scamming," ucap dia.
(dis/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·