Polda Papua Gencar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas, 1.106 Kecelakaan Tercatat Hingga Juni 2026

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Polda Papua gencar sosialisasikan keselamatan lampau lintas warga..

, JAYAPURA, – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua menggencarkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat sebagai respons atas tingginya nomor kecelakaan lampau lintas di wilayah tersebut. Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 1.106 kasus kecelakaan terjadi di wilayah norma Polda Papua.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Kombes Pol Indra Kurniawan Mangungsong di Jayapura, Selasa, merinci bahwa dari total kecelakaan tersebut, 61 orang meninggal dunia, 612 orang mengalami luka berat, dan 1.039 orang mengalami luka ringan. Kerugian material akibat rentetan peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp2,9 miliar.

Menurut Kombes Indra, tingginya nomor kecelakaan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

Tantangan Geografis dan Infrastruktur

Kombes Indra menjelaskan bahwa luasnya wilayah Papua nan mencakup 21 kabupaten/kota menjadi salah satu tantangan utama. Kondisi geografis dan prasarana jalan nan sangat beragam turut memengaruhi upaya penekanan nomor kecelakaan di Bumi Cenderawasih.

Untuk mengatasi perihal tersebut, Ditlantas Polda Papua mengoptimalkan aktivitas preventif. Pesan-pesan keselamatan secara masif disampaikan agar masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengemudikan kendaraan andaikan kondisi bentuk tidak dalam kondisi fit ataupun kendaraan tidak layak jalan lantaran perihal itu sangat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," tegas Kombes Indra.

Pemeriksaan Kesehatan dan Alkohol bagi Pengemudi

Sebagai langkah pencegahan konkret, Ditlantas Polda Papua juga rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes minuman beralkohol terhadap pengemudi pikulan umum. Kegiatan ini digelar saat operasi alim maupun menjelang arus mudik hari raya keagamaan.

"Pemeriksaan dilakukan di terminal untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan layak mengemudikan kendaraan," ujar Kombes Indra menambahkan.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑