Kupang, CNN Indonesia --
Pemeriksaan terhadap empat terlapor nan diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias master Icha nan semula dijadwalkan pada hari ini, Senin (13/7), ditunda interogator Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penundaan tersebut sesuai permintaan dari penasehat norma para terlapor kepada interogator Polda NTT nan menyatakan sedang berhalangan. Dengan demikian pemeriksaan terhadap para terlapor dijadwalkan kembali digelar Selasa (14/7) besok.
"Iya harusnya sesuai panggilan interogator (empat terlapor) dijadwalkan untuk dimintai keterangan hari ini (Senin 13/7) tapi ada permintaan dari kuasa norma untuk ditunda besok (Selasa 14/7)," kata Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Sigit Haryono dalam keterangannya Senin (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan sesuai laporan dari pihak family almarhumah Dokter Icha ada empat orang terlapor. Dan, saat ini interogator dari tim joint investigation sedang bekerja secara maraton melakukan proses pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Termasuk, kata Sigit, empat terlapor nan terdiri dari tiga personil DPRD TTU dan satu ASN Dokter Hewan pada Dinas Peternakan TTU nan telah dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Tapi.karena ada permintaan untuk ditunda pada Selasa (14/7) sehingga pemeriksaan bakal dilakukan Selasa besok.
Empat terlapor dimaksud antara lain tiga personil DPRD TTU ialah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP) dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan nan bekerja di Dinas Peternakan TTU inisial MMS.
Dia menjelaskan dalam kasus dugaan intimidasi tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 32 orang saksi nan terdiri dari 27 saksi diperiksa di Kefamenanu dan 5 saksi dari family korban diperiksa di Direktorat PPA dan PPO Polda NTT.
"Sudah ada 32 saksi nan dimintai keterangan baik di Kefamenanu dan di Polda NTT ada lima orang dari family korban," ujarnya.
"Saksi nan diperiksa di Kefamenanu adalah Nakes di RSUD Kefamenani, Rumah Sakit Leona, dan pasien nan ada saat terjadi dugaan intimidasi dan juga pasien nan pasca kejadian (dugaan intimidasi) nan ditangani master Icha dan pihak-pihak nan mengetahui saat peristiwa itu terjadi," imbuhnya..
Disampaikannya dalam proses penyelidikan nan saat ini sedang dilaksanakan, interogator juga bakal melakukan pemeriksaan terhadap para ahli. Seperti mahir psikologi, mahir victimologi kriminologi dan mahir norma pidana.
Nantinya dari pemeriksaan para mahir baru bisa ditentukan ada alias tidaknya sebuah peristiwa pidana nan ditentukan melalui gelar perkara.
Sebelumnya diberitakan dr. Icha ditemukan tewas diduga mengakhiri hidupnya sendiri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.
dr. Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga personil DPRD TTU pada 13 Juni 2026 lampau saat menangani pasien nan terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Korban gigitan ular tersebut nan nyawa sukses diselamatkan disebut tetap berfamili dengan salah satu personil DPRD ialah Therezius Lazakar nan ikut melakukan intimidasi dr. Icha.
Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat. Kasus dugaan intimidasi itu kemudian dilaporkan pihak family ke Polda NTT.

(eli/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·