11 Saksi Dimintai Keterangan Terkait Kematian Satpam Waduk Jatiluhur

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi tetap menyelidiki kasus tewasnya seorang satpam di waduk Jatiluhur, berjulukan Sumarna nan tewas dalam kondisi tangan terborgol dan jasadnya ditemukan tenggelam pada Jumat (24/7), kemarin.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang saksi. Mereka nan diperiksa, ialah saksi sebelum jasad korban ditemukan dan sesaat setelah jasad korban ditemukan.

"Ada sudah kurang lebih 11 saksi nan sudah diperiksa oleh Polres Purwakarta ya, di mana di sini tujuannya untuk mencari keterangan-keterangan pada saat sebelum kejadian dan juga pasca kejadian," kata Hendra, di Polda Jabar, Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi juga mendapatkan rekaman CCTV yang ada di sekitar letak korban berjaga. Kuat dugaan, Sumarna tewas terbunuh. Disinggung soal adanya info golongan bermotor nan diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban, Hendra mengatakan perihal itu tetap dalam pendalaman polisi.

"Kami tetap mengedepankan azas prasangka tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan nan berkepentingan sebagai tersangka alias tidak. Ini nan perlu kami sampaikan,"katanya.

"Kemudian andaikan ada info nan mengenai dengan lantaran menegur dari golongan geng motor ini, tetap kita dalami, ya. Masih kita selidiki. Apabila kelak ada hubungan dan sebagainya dari keterangan-keterangan saksi nan sudah kita periksa ini, kelak bakal kita sampaikan," katanya.

Perum Jasa Tirta II (PJT II) turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya petugas keamanan nan bekerja di wilayah kerja perusahaan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan meletakkan perhatian penuh terhadap penanganan peristiwa tersebut, baik dari sisi kemanusiaan maupun support terhadap proses norma nan sedang berlangsung.

Direksi PJT II juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta sebagai abdi negara nan menangani proses penyelidikan, serta dengan Komando Distrik Militer (Kodim) Purwakarta dalam rangka memperkuat pengamanan objek vital nasional di lingkungan operasional perusahaan.

PJT II menegaskan bakal terus menjalin koordinasi secara erat dengan abdi negara penegak norma selama proses penyelidikan berlangsung. Perusahaan bakal bersikap kooperatif dengan memberikan informasi, data, maupun support lain nan diperlukan sesuai kewenangan perusahaan guna membantu kelancaran proses penyelidikan.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada abdi negara penegak norma dan menghormati setiap tahapan nan sedang berjalan. Perusahaan bakal terus berkoordinasi secara intensif dengan TNI dan Polri serta memberikan support nan diperlukan sesuai kewenangan kami. Harapan kami, proses penyelidikan dapat segera mengungkap kebenaran secara terang sehingga memberikan kepastian norma dan rasa keadilan bagi family korban," ujar Imam dalam keterangan tertulisnya.

(csr/gil)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional