Semarang - Ketua Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) periode 2018-2025, NNP (53) dan Kepala Cabang BLN Salatiga, D (55) jadi tersangka kasus investasi bodong dengan perputaran duit Rp 4,6 triliun. Para pelaku menjalankan aksinya dengan skema ponzi.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Djoko Julianto mengatakan Koperasi BLN menawarkan sejumlah produk simpanan kepada masyarakat nan bukan anggotanya. Ada lima jenis produk simpanan dengan untung berbeda-beda.
"Produk simpanan antara lain Simpanan Pintar Bayar (Sipintar), ialah menabung satu kali kemudian setiap bulannya bakal mendapatkan untung sebesar 4,17%," kata Djoko di Mako Dit Reskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Kota Semarang, dilansir detikJateng, Kamis (21/5/2026).
Djoko menyebut untung dengan besaran 4,17% itu bakal didapatkan selama 24 bulan, sehingga pada tahun kedua, peserta diiming-imingi untung hingga 100%. Jumlah menabung di Program Sipintar minimal Rp 1,2 juta dan maksimal Rp 2 miliar.
"Kemudian Simpanan Ibadah alias Si Indah, ialah simpanan ibadah nusantara tenteram dan berkah dengan skema menyerupai dengan program Sipintar," ujar Djoko.
Djoko menjelaskan dua simpanan lain dinamai Si Jangkung dan Simapan. Keuntungan dari dua program ini mencapai 2% dengan tenor nan berbeda beda.
"Simpanan Berjangka Pasti Untung alias Si Jangkung, ialah simpanan berjangka dengan tenor 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dengan untung 1-2 persen dari simpanan nan disimpan di koperasi," jelas Djoko.
"Simpanan Masa Depan alias Simapan, ialah simpanan berjangka dengan tenor lebih dari satu tahun dengan untung 2 persen," lanjutnya.
Terakhir, ada program Sirutplus dengan skema simpanan rutin hingga 10 kali. Keuntungan dari program ini adalah bingkisan dengan nilai dua kali dari setoran per bulan nan dicairkan pada bulan ke 12.
"Simpanan Rutin Plus alias Sirutplus ialah simpanan rutin per bulan selama 10 bulan alias 10 kali, kemudian di bulan ke 12, tabungan tersebut bakal dicairkan berbareng dengan bingkisan sebesar dua bulan sesuai dengan nominal nan disetorkan setiap bulannya. Minimal simpanan Rp 1 juta," urai Djoko.
Selama tujuh tahun beroperasi, tercatat transaksi dari koperasi bodong tersebut mencapai 160 ribu. Djoko mengungkapkan ada perputaran duit hingga Rp 4,6 triliun.
"Dalam aktivitas terlarangan ini telah terjadi sebanyak 160 ribu kali transaksi nan berjalan dari tahun 2018 sampai dengan 2025.
Baca selengkapnya di sini (idh/imk)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·