Polda Jateng Pastikan Bhabinkamtibmas Bebas TB Paru Sebelum Bertugas Sebagai Tracer

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Polda Jateng Pastikan Bhabinkamtibmas Bebas TB Paru Sebelum Bertugas Sebagai Tracer Ilustrasi petugas Bhabinkamtibmas hendak hendak menjalani pemeriksaan sebelum bertugas.(Dok. Humas Polda Jateng)

POLDA Jawa Tengah (Jateng) terus memperkuat upaya pemberantasan Tuberkulosis (TB) melalui penemuan “Polda Jateng TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis)”. Program ini merupakan corak support nyata Polda Jateng terhadap sasaran nasional eliminasi TB tahun 2030 dengan mengedepankan kerjasama antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan beragam stakeholder terkait.

Sebagai langkah awal penyelenggaraan program tersebut, Polda Jateng melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB Paru bagi seluruh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) jejeran Polda Jawa Tengah secara serentak di 35 Klinik Polres jejeran pada Selasa (2/6/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Seksi Kedokteran dan Kesehata (Sie Dokkes) Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas setempat, serta mendapat asistensi langsung dari Biddokkes Polda Jateng.

Program Polda Jateng TOSS TB memberdayakan seluruh Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB nan bekerja membantu skrining, tracing kontak erat, edukasi masyarakat, pendampingan pengobatan hingga pelaporan kasus secara langsung di wilayah binaannya masing-masing.

Sebelum menjalankan tugas tersebut, seluruh Bhabinkamtibmas terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh nan meliputi pemeriksaan fisik, gula darah, masam urat, kolesterol, serta pemeriksaan jantung melalui Elektrokardiogram (EKG). Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga menjalani skrining TB Paru sebagai upaya penemuan awal sekaligus memastikan kondisi kesehatan personel nan bakal menjadi ujung tombak program.

Dalam keterangannya Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jateng KBP Agung Hadi Widjanarko,  menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan skrining TB Paru menjadi tahapan krusial sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB di tengah masyarakat.

"Sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB Paru, kami melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan terlebih dulu untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan tidak terpapar TB Paru. Dengan demikian mereka dapat menjalankan tugas pendampingan, edukasi, dan tracing di masyarakat secara maksimal serta tidak berisiko menjadi sumber penularan penyakit," ujar Kabiddokkes melalui keterangan resmi, Rabu (3/6)

Agung menyebut Bhabinkamtibmas mempunyai peran strategis lantaran menjadi personel Polri nan paling dekat dengan masyarakat dan mempunyai intensitas hubungan nan tinggi dalam aktivitas sehari-hari.

"Melalui program Polda Jateng TOSS TB, para Bhabinkamtibmas bakal membantu menemukan kasus secara dini, melakukan tracing kontak erat, mengedukasi masyarakat tentang ancaman TB, mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta membantu pelaporan secara terintegrasi dengan akomodasi kesehatan," terang Agung.

Ia menambahkan bahwa andaikan dalam proses skrining ditemukan personel nan masuk kategori suspek alias terduga TB Paru, maka bakal segera dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa rontgen dada dan dirujuk ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan pemeriksaan serta memulai pengobatan andaikan terbukti positif TB.

"Prinsip nan kami kedepankan adalah penemuan dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas. Karena itu kami mengusung semangat TOSS, ialah Temukan, Obati Sampai Sembuh, sehingga rantai penularan TB dapat diputus dan masyarakat memperoleh kualitas hidup nan lebih baik," jelas Agung.

Menurut Agung ke depan, para Bhabinkamtibmas bakal dibekali training khusus, KIT Tracer TB, kitab saku, blangko skrining, pot sputum, serta sistem pelaporan digital nan terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Artanto menjelaskan peran krusial Progam Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru.

"Melalui program ini, Polda Jateng berambisi bisa memperkuat upaya pencegahan, penemuan dini, dan pengendalian TB Paru di Jawa Tengah sekaligus mendukung sasaran eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030," ujar Artanto.

Artanto menegaskan bahwa sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan seluruh komponen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis.

Menurut Artanto dengan semangat kerjasama dan kepedulian bersama, pihakbya optimistis program ini dapat memberikan faedah nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung sasaran eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030. 

"Kami membujuk seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan segera berobat andaikan mengalami indikasi TB, lantaran semakin sigap ditemukan, semakin besar kesempatan untuk sembuh," pungkasnya. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑