Polda Banten Ungkap Banyak Siswa SMA Terindikasi Main Judol

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Serang -

Polda Banten mengatakan sudah ada siswa SMA nan terindikasi bermain judi online (judol). Polisi berambisi para siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan internet.

Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menyampaikan perihal tersebut di hadapan siswa SMA Negeri 1 Kota Serang.

"Sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Kota Serang, terdapat anak-anak nan mulai terindikasi terlibat dalam gambling online maupun aktivitas negatif lainnya. Hal ini menjadi perhatian bersama," ucap AKBP Irene Missy di SMA Negeri 1 Kota Serang, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berambisi pelajar nan sudah bijak bermedia sosial dan menggunakan internet dapat memberikan contoh kepada pelajar lainnya.

"Para pelajar dapat menjadi contoh dan motivasi bagi teman-temannya untuk menggunakan media sosial secara bijak serta menjauhi perilaku nan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," ucapnya.

Irene menyampaikan perihal itu dalam aktivitas peringatan Hari Anak Perempuan Internasional 2026 nan digelar Polda Banten berbareng mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Komisariat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Irene menjelaskan aktivitas tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Perempuan Internasional, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran anak-anak nan sedang memasuki masa peralihan menuju kedewasaan. Ia berambisi mereka lebih memahami akibat kekerasan dan kejahatan di ruang digital.

"Kami memandang krusial untuk memberikan edukasi kepada anak-anak nan mulai beranjak dewasa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan terhindar dari beragam corak kejahatan siber," ujar Irene.

Sementara itu, Panit Cyber Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten Ipda Okto Fajar N menyampaikan materi mengenai pencegahan kejahatan siber, penyebaran buletin bohong alias hoaks, serta pentingnya menjaga keamanan info pribadi.

"Para pelajar diimbau agar tidak mudah mempercayai info nan belum terverifikasi, tidak sembarangan membagikan info pribadi, serta lebih berhati-hati dalam berinteraksi di ruang digital," ujarnya.

(aik/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑