Polda Banten Didirikan Posko Antemortem Lacak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Polda Banten Didirikan Posko Antemortem Lacak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Personel Basarnas Banten menuliskan info penumpang kapal nan lenyap kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026).(Antara)

POLDA Banten resmi menyiagakan posko antemortem melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Langkah antisipatif ini disiapkan untuk mempercepat proses identifikasi lima jurnalis nan lenyap kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang.

Proses Pencarian Lima Wartawan Oleh Tim Gabungan

Upaya pencarian skala besar terus dimaksimalkan oleh tim SAR terpadu nan terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, Polairud, Lanal, hingga BPBD. Operasi penyisiran telah berjalan sejak info kehilangan pertama kali diterima.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai corak kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi andaikan diperlukan," kata Kapolda Banten Irjen Hengki di Pandeglang.

"Sejak mendapatkan info pada hari Selasa (8/9), tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur mengenai lainnya bersama-sama melakukan pencarian," paparnya.

Prioritas Keselamatan Tim SAR dan Imbauan Radius Bahaya PVMBG

Selain memfokuskan personel pada titik penyisiran, Polda Banten menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi seluruh tim nan bekerja di lapangan, mengingat kondisi cuaca dan dinamika vulkanik di Selat Sunda.

"Kita bakal bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita nan sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu nan melakukan pencarian juga kudu menjadi perhatian," ujarnya.

Masyarakat serta operator transportasi laut juga diimbau keras untuk mematuhi zonasi kondusif nan ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna menghindari akibat erupsi.

"Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi kudu lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau," kata dia. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia