
PNM perkuat pemberdayaan wanita ultra mikro lewat Orange Bond dan Orange Sukuk. (Foto: dok PNM)
JAKARTA — Bagi wanita pengusaha ultra mikro, tambahan modal bukan sekadar angka. Di baliknya ada kesempatan untuk menambah stok dagangan, memperluas usaha, hingga menjaga roda ekonomi family tetap berjalan. Semangat inilah nan kembali dibawa PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui publikasi kembali Orange Bond dan Orange Sukuk pada September 2026.
PNM kembali menghimpun biaya melalui publikasi instrumen finansial berwawasan sosial orange dengan total nilai Rp2,59 triliun alias oversubscribed sebanyak 1,73 kali dari sasaran penawaran umum sebesar Rp1,50 triliun.
PNM menerbitkan dua instrumen, ialah Obligasi Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap IV Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange Berkelanjutan I PNM Tahap V Tahun 2026, masing-masing dengan tenor 1 tahun dan 3 tahun dengan kupon sebesar 7.05 persen p.a dan 7.10 persen p.a.
Kebijakan tersebut mendukung ekspansi akses finansial bagi wanita prasejahtera sekaligus memperkuat kontribusi PNM terhadap pembangunan nan inklusif dan berkelanjutan.
Orange Bond dan Orange Sukuk adalah instrumen finansial berwawasan sosial nan selaras dengan Orange bond principles ialah alokasi modal berperspektif gender, penguatan kapabilitas dan keberagaman, serta transparansi. Hal ini sangat sejalan dengan core business utama PNM, ialah program Mekaar nan memberikan akses pembiayaan langsung kepada Perempuan pelaku upaya ultra mikro nan tersebar di pelosok Indonesia.
Keberhasilan publikasi ini menjadi semakin berfaedah di tengah ketidakpastian pasar finansial dunia pada awal 2026, nan tetap dipengaruhi oleh kenaikan nilai minyak, bentrok geopolitik nan berkelanjutan, serta dinamika inflasi dan suku bunga. Di tengah kondisi tersebut, nan belum menunjukkan perbaikan signifikan saat publikasi dilakukan, PNM tetap memperoleh respons positif dari investor.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·