PT PLN (Persero) mengungkap pemadaman listrik bergilir nan sempat terjadi di Pulau Jawa tak hanya dipicu hambatan pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal/MRC), tetapi juga akibat gangguan teknis nan menimpa dua pembangkit listrik berkapasitas besar.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan gangguan pada dua pembangkit milik produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) tersebut membikin pasokan listrik ke sistem Jawa mengalami tekanan di tengah ketatnya pasokan batu bara.
“Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi tantangan ada hambatan teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa nan dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami ialah ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” kata Darmawan dalam konvensi pers, Jumat (19/6), dikutip Minggu (21/6).
Menurut Darmawan, kombinasi gangguan teknis pembangkit dan terbatasnya pasokan batu bara MRC menjadi penyebab utama PLN kudu melakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Atas kondisi itu, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat nan terdampak. “Pertama-tama, kami atas nama PT PLN Persero mau minta maaf nan sebesar-besarnya lantaran Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” ujarnya.
Untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, PLN berbareng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus melakukan beragam langkah percepatan pasokan batu bara ke pembangkit.
Darmawan mengatakan pasokan batu bara MRC sekarang mulai mengalir ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) strategis di Jawa, baik nan dioperasikan PLN maupun mitra swasta.
Di wilayah Jawa bagian barat, pasokan telah disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.
Sementara di Jawa bagian timur, pengedaran batu bara dilakukan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-Awar.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik meski tetap ada hambatan pasokan batu bara untuk pembangkit.
Bahlil mengatakan, tetap ada kebutuhan pasokan batu bara kalori menengah 5.200 kcal/kg GAR selama Juni 2026, nan tengah dicari solusinya melalui pembentukan tim pengadaan lintas sektor.
"Ada hambatan memang sedikit terhadap batu bara nan medium, kalori nan 5.200. Kita, kan, tahu bahwa sekarang, kan, kalori batu bara kita ini semakin hari, kan, semakin rendah. Nah ini nan kita lagi cari solusinya, tapi secara nan lainnya enggak ada masalah," kata Bahlil.
Dia mengakui ada hambatan pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini, nan baru terkontrak 134 juta ton, sehingga kurangnya 18-20 juta ton. Namun, dia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·