PKB dan Demokrat Dorong Opsi Penarikan TNI di Lebanon

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Oleh Soleh meminta TNI membuka opsi menarik pasukan perdamaian RI di Lebanon (UNIFIL) usai insiden tiga prajurit tewas lantaran serangan Israel.

Soleh menilai pemerintah kudu merespons serius kejadian itu. Menurut dia, kasus itu kudu diusut tuntas dan transparan.

"Ini bukan sekadar kejadian biasa. Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian adalah persoalan serius nan kudu menjadi perhatian unik negara," ujar Soleh dalam keterangannya, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan masalah itu kudu dibahas di Komisi I DPR selaku mitra pemerintah di bagian pertahanan. Menurut Dia, DPR bakal mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk mengevaluasi dan mendorong TNI untuk menarik pasukan.

"Salah satunya, kemungkinan penarikan seluruh prajurit TNI dari misi UNIFIL. Intinya, penugasan ini kudu dievaluasi secara serius menyusul gugurnya tiga prajurit kita," ujar Soleh.

Soleh menilai kejadian tersebut menjadi tamparan keras bagi Indonesia, bukan hanya dalam pasukan perdamaian PBB, namun juga keterlibatan dengan Board of Peace (BoP) nan dibentuk Donald Trump.

Menurut Soleh, Indonesia bukan tidak mungkin bakal kembali menjadi korban di Gaza jika kejadian di Lebanon tak direspons dengan tegas.

"Ke depan, pemerintah kudu betul-betul memperhitungkan aspek keamanan dan keselamatan prajurit sebelum memutuskan keterlibatan dalam misi perdamaian di wilayah bentrok aktif," ujarnya.

Sikap serupa diutarakan Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Demokrat Anton Sukartono Suratto. 

Ia mengatakan pemerintah bisa mempertimbangkan usulan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nan meminta PBB menghentikan penugasan UNIFIL di Lebanon untuk mengutamakan keselamatan prajurit.

Menurut Anton langkah pertimbangan menyeluruh terhadap keberlanjutan misi termasuk opsi penarikan pasukan merupakan corak tanggung jawab negara.

"Pasukan Indonesia datang bukan untuk berperang, melainkan untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian di area konflik. Pasukan perdamaian semestinya datang di area post-conflict, bukan saat terjadinya konflik," kata Anton kepada wartawan, Senin, dikutip dari detikcom.

Indonesia telah mendesak PBB untuk mengaktifkan rencana darurat dan pemindahan demi melindungi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (UNIFIL), usai kejadian tiga prajurit TNI nan tewas.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Selasa (31/3).

Di tengah meningkatnya permusuhan, Umar menegaskan Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal kudu segera menerapkan langkah-langkah darurat untuk memastikan perlindungan penuh bagi personel dan aset UNIFIL.

"Ini termasuk peninjauan protokol pengaturan keamanan, dan pengaktifan rencana darurat dan pemindahan nan sesuai dengan perkembangan di lapangan," kata dia.

Sementara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan prajurit TNI nan tengah melaksanakan misi perdamaian di Lebanon untuk masuk ke bunker dan tidak melaksanakan aktivitas di luar.

Agus melakukan video call dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNFIL, Lebanon dan membagikan momen itu di IG pribadinya.

"Jaga moril prajurit nan ada di sana, tetap laksanakan pengamanan intern ya, masuk ke bunker-bunker, dan tidak ada aktivitas lagi keluar, dan jaga moril prajurit agar tetap semangat ya, makasih, semangat bertugas," kata Agus dikutip Sabtu (4/4).

(thr/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional