Pitbull Masih Boleh Dipelihara, Tapi Ada Syaratnya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pitbull Masih Boleh Dipelihara, Tapi Ada Syaratnya

Kasus Pitbull menyerang bocah 9 tahun di Bandung kembali membikin anjing jenis ini jadi sorotan. B mengalami luka di kepala dan telinga setelah diserang saat berada di lingkungan rumahnya.

Peristiwa itu kemudian memunculkan pertanyaan, apakah Pitbull tetap boleh dipelihara sebagai hewan rumahan?.

Head of Operations Let’s Adopt Indonesia, Carolina Fajar, mengatakan, sejauh ini belum ada patokan nan secara unik melarang masyarakat memelihara Pitbull sebagai anjing rumahan.

"Persoalannya bukan semata-mata boleh alias tidak boleh mempunyai Pitbull, tetapi apakah pemilik bisa memelihara dan mengendalikan anjing (ras apapun) secara bertanggung jawab," kata dia kepada Liputan6.com, Senin (24/8/2026).

Carolina tak menepis bahwa Pitbull merupakan anjing dengan keahlian bentuk nan kuat. Karena itu, jika terjadi insiden, konsekuensinya bisa serius. Ia menegaskan, anjing dari ras apa pun sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran alias berada dalam kondisi nan memungkinkan lepas dan menyerang orang lain, terutama anak-anak.

Meski demikian, Carolina menuturkan, jangan menggeneralisasi bahwa Pitbull itu pasti suka menyerang alias agresif.

"Pitbull nan dipelihara, disosialisasikan, dan ditangani dengan baik, bisa punya temperamen nan sangat baik dan sangat affectionate. Tetapi lantaran keahlian fisiknya besar, adalah tanggung jawab pemilik untu memastikan tetap terkendali dan tidak lepas tanpa pengawasan," ungkap dia."For your information, Pitbull itu salah satu anjing nan paling ramah, sama manusia dan hewan lain. Sama kucing mini saja dia takut," sambungnya.

Carolina menuturkan, kasus di Bandung semestinya menjadi pembelajaran untuk mengevaluasi penerapan patokan pengendalian anjing ras.

"Menurut saya pemerintah justru perlu memperjelas standar reponsible ownership untuk anjing ras apapun, tidak hanya Pitbull, bukan hanya setelah terjadi serangan, tetapi sebagai langkah pencegahan," ungkap dia.

Karena itu, Carolina membujuk memandang kasus serangan pitbull di Bandung secara utuh sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Menurutnya, perlu diketahui kondisi sebelum serangan, termasuk kemungkinan adanya hubungan alias situasi nan memicu respons anjing, serta gimana anjing tersebut bisa lepas dari pengawasan.

"Jadi, menurut saya, kita perlu memandang kebenaran dan hasil investigasi terlebih dulu sebelum menyimpulkan apa nan menjadi pemicu serangan," jelas dia.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita